Nama
: Rezky Ardian Sepputra
Npm
: 39414203
Kelas
: 3ID14
Artikel tentang
pengumpulan data dalam penelitian
Pengumpulan
data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam
rangka mencapai tujuan penelitian. Sebelum melakukan penelitian, seorang
peneliti biasanya telah memiliki dugaan berdasarkan teori yang ia gunakan,
dugaan tersebut disebut dengan hipotesis Untuk membuktikan hipotesis secara empiris, seorang
peneliti membutuhkan pengumpulan data untuk diteliti secara lebih mendalam.
Proses pengumpulan data ditentukan
oleh variabel-variabel yang ada dalam hipotesis. Pengumpulan data dilakukan
terhadap sampel yang telah ditentukan sebelumnya. Data adalah sesuatu yang belum
memiliki arti bagi penerimanya dan masih membutuhkan adanya suatu pengolahan.
Data bisa memiliki berbagai wujud, mulai dari gambar, suara, huruf, angka,
bahasa, simbol, bahkan keadaan. Semua hal tersebut dapat disebut sebagai data
asalkan dapat kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek,
kejadian, ataupun suatu konsep.
Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian, teknik pengumpulan
data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan
dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang
digunakan.
jenis sumber data adalah mengenai
dari mana data diperoleh. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data
primer) atau data diperoleh dari sumber tidak langsung (data sekunder).
Metode Pengumpulan Data merupakan
teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu
cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara,
pengamatan, tes, dkoumentasi dan sebagainya.
Sedangkan Instrumen Pengumpul Data
merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa
alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka /
tertutup), pedoman wawancara, camera photo dan lainnya.
Adapun tiga teknik pengumpulan data
yang biasa digunakan adalah angket, observasi dan wawancara.
1.Kuesioner (Angket)
Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk
dijawabnya, kuesioner merupakan metode pengumpulan data lebih efisien bila
peneliti tahu dengan pasti variable yag akan diukur dan tahu apa yang diharapkan
dari responden. Selain itu kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden
cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Kuoesioner dapat berupa
pertanyaan/pernyataan tertutup atau terbuka, dapat diberikan kepada responden
secara langsung atau dikirim memalui pos atau internet.
Uma sekaran (1992) mengemukakan beberapa prinsip
dalam penulisan angket sebagai metode pengumpulan data yaitu
prinsip penulisan pengukuran dan penampilan fisik.
Prinsip penulisan angket menyangkut beberapa
factor yaitu isi dan tujuan pertanyaan, bahasaa yang digunakan, tipe dan bentuk
pertanyaan, pertanyaan yang tidak mendua, tidak menanyakan hal yang sudah lupa,
pertanyaan yang tidak mengarahkkan, panajang pertayaan dan urutaan pertanyaan.
a. Isi dan Tujuan Pertanyaan.
Yang dimaksud disisni adalah apakah isi
pertanyaan tersebut merupakan bentuk pengukuran atau bukan ? kalau bentuk
pengukuran maka dalam membuat pertanyaan harus teliti, setiap pertanyaan harus
skala pengukuran dan jumlah itemnya mencukupi untuk mengukur variable yang
diteliti.
b. Bahasa yang digunakan
Bahasa yang digunakan dalam penulisan kuesioner
harus disesuaikan dengan kemampuan berbahasa responden. Kalau sekiranya
responden tidak dapat berbahasa Indonesia, maka angket jangan disusun dengan
Bahasa Indonesia. Jadi Bahasa yang digunakan dalam angket harus memperhatikan
jenjang pendidikan responden
c. Tipe dan Bentuk Pertanyaan
Tipe pertanyaan dalam angket dapat terbuka atau
tertutup dan bentuknya dapat mengunakan kalimat positif atau positif.
Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang
mengharapkan responden untuk menuliskan jawabanya berbentuk uraian tentang
sesuatu hal. Contoh: bagaimanakah tanggapan anada terhadap iklaniklan di TV
saat ini ? sebaliknya pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang menghaarapkan
jawaban singkat atau mengharapkan responden untuk memilih salah satu
alternative jawaban dari setiap pertanyaan yang telah tersedia. Setiap
pertanyaan angket yang mengharapkan jawaban berbentuk data nominal, orinal,
interval, dan ratio adalah bentuk pertanyaan tertutup.
d. Pertanyaan tidak mendua
Setiap pertanyaan dalam angket jangan mendua
(double-barreled) sehingga menyulitkan respoden untuk memberikan jawaban.
e. Tidak menanyakan yang sudah lupa
Setiap pertanyaan dalam instrument angket,
sebaiknya juga tidak menanyakan hal-hal yang sekiranya responden sudah lupa,
atau pertanyaan yang memerlukan jawaban dengan berfikir berat.
f. Pertanyaan tidak mengiring
Pertanyaan dalam angke sebaiknya juga tidak
mengiring ke jawaban yang baik saja atau yang ke jelek saja.
g. Panjang pertanyaan
Pertanyaan dalam nagket sebaiknya tidak terlalu
panjang, sehingga akan membuat jenuh responden dalam mengisi. Bila jumlah
variable banyak, sehingga memerlukan intrumen yang banyak, maka intrumen
tersebut dibuat bervariasi dalam penampilan, model skala pengukuran yang
digunakan, dan cara mengisinya.
h. Urutan pertanyaan
Urutan pertanyaan dalam angket, dimulai dari
yang umum menuju hal yang spesifik atau dari mudah menuju hal yang lebih sulit,
atau bahkan diacak. Hal ini perlu dipertimbangkan karena secara psikhologis
akan mempengaruhi semangat responden untuk menjawab. Kalau pada awalnyaa sudah
diberi pertanyaan yang sulit, maka responden akan patah semangat untuk mengisi
angket yang telah mereka terima.
i. Prinsip pengukuran
Angket yang diberikan kepada responden adalah
merupakan instrument penelitian, yang digunkan untuk mengukur variable yangk
akan diteliti. Oleh karena itu intrumen angket tersebut harus dapat digunakan
untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel tentang variable yang diukur.
Supaya diperoleh data penelitian yang valid dan reliabel, maka sebelum intrumen
tersebut diberikan pada responden, perlu diuji validitas dan realibilitasnya
terlebih dulu.
j. Penampilan Fisik Angket
Penampilan fisik angket sebagai alat pengumpul
data akan mempengaruhi respon atau keseriusan responden dalam mengisi angket.
Angket yang dibuat dikertas buram, akan mendapat respon yang kurang menarik
dari responden, bila dibandingkan angket yang dicetak dalam kertas yang bagus
dan berwarna. Akan tetapi jiak aangket yang dicetak dengan kertas yang bagus
dan berwarna akan menajdi lebih mahal.
2. Observasi
Obrservasi merupakan salah satu
teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara
dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang
terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan
untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan
dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.
Participant Observation
Dalam observasi ini, peneliti secara
langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati
sebagai sumber data.
Misalnya seorang guru dapat
melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa,
kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb.
Non participant Observation
Berlawanan dengan participant
Observation, Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut
secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
Misalnya penelitian tentang pola
pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat
dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.
Kelemahan dari metode ini adalah
peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak
sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam
peristiwa.
Alat yang digunakan dalam teknik
observasi ini antara lain : lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dll.
3. Wawancara
Wawancara merupakan teknik
pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung
antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
Wawancara pada penelitian sampel
besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin
menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik
wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian
kualitatif)
Wawancara terbagi atas wawancara
terstruktur dan tidak terstruktur.
1.
Wawancara terstruktur artinya
peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari
responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis.
Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan
material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.
2.
Wawancara tidak terstruktur adalah
wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi
pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin
penting masalah yang ingin digali dari responden.
Kelebihan
dan Kekurangan dalam Teknik Pengumpulan Data
1.
Metode Observasi
Pengumpulan data dengan observasi
langsung atau dengan pengamatan langsung adalah cara pengambilan data dengan
menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan
tersebut. Pengamatan baru tergolong sebagai teknik mengumpulkan data, jika
pengamatan tersebut mempunyai kriteria berikut:
·
Pengamatan digunakan untuk
penelitian dan telah direncanakan secara sistematik.
·
Pengamatan harus berkaitan dengan
tujuan penelitian yang telah direncanakan.
·
Pengamatan tersebut dicatat secara
sistematis dan dihubungkan dengan proposisi umum dan bukan dipaparkan sebagai
suatu set yang menarik perhatian saja.
Pengamatan dapat dicek dan dikontrol
atas validitas dan reliabilitasnya. Penggunaan pengamatan langsung sebagai cara
mengumpulkan data mempunyai beberapa keuntungan antara lain :
Pertama. Dengan cara pengamatan
langsung, terdapat kemungkinan untuk mencatat hal-hal, perilaku, pertumbuhan,
dan sebagainya, sewaktu kejadian tersebut berlaku, atau sewaktu perilaku
tersebut terjadi. Dengan cara pengamatan, data yang langsung mengenai perilaku
yang tipikal dari objek dapat dicatat segera, dantidak menggantungkan data dari
ingatan seseorang;
Kedua. Pengamatan langsung dapat
memperoleh data dari subjek baik tidak dapat berkomunikasi secara verbal atau
yang tak mau berkomunikasi secara verbal. Adakalanya subjek tidak mau
berkomunikasi, secara verbal dengan enumerator atau peneliti, baik karena
takut, karena tidak ada waktu atau karena enggan. Dengan pengamatan langsung,
hal di atas dapat ditanggulangi. Selain dari keuntungan yang telah diberikan di
atas, pengamatan secara langsung sebagai salah satu metode dalam mengumpulkan
data, mempunyai kelemahan-kelemahan.
2.
Metode Wawancara
Yang dimaksud dengan wawancara
adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya
jawab, sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si
penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide
(panduan wawancara). Wawancara dapat dilakukan dengan tatap muka maupun melalui
telpon.
Wawancara
Tatap Muka
Beberapa kelebihan wawancara tatap
muka antara lain :
·
Bisa membangun hubungan dan
memotivasi responden
·
Bisa mengklarifikasi pertanyaan,
menjernihkan keraguan, menambah pertanyaan baru
·
Bisa membaca isyarat non verbal
·
Bisa memperoleh data yang banyak
Sementara kekurangannya adalah :
·
Membutuhkan waktu yang lama
·
Biaya besar jika responden yang akan
diwawancara berada di beberapa daerah terpisah
·
Responden mungkin meragukan
kerahasiaan informasi yang diberikan
·
Pewawancara perlu dilatih
·
Bisa menimbulkan bias pewawancara
·
Responden bias menghentikan
wawancara kapanpun
Wawancara via phone
Kelebihan
·
Biaya lebih sedikit dan lebih cepat
dari warancara tatap muka
·
Bisa menjangkau daerah geografis
yang luas
·
Anomalitas lebih besar dibanding
wawancara pribadi (tatap muka)
Kelemahan
·
Isyarat non verbal tidak bisa dibaca
·
Wawancara harus diusahakan singkat
·
Nomor telpon yang tidak terpakai
bisa dihubungi, dan nomor yang tidak terdaftar pun dihilangkan dari sampel
3.Metode
Kuesioner
Kuesioner adalah daftar pertanyaan
tertulis yang telah disusun sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat
dalam kuesioner, atau daftar pertanyaan tersebut cukup terperinci dan lengkap
dan biasanya sudah menyediakan pilihan jawaban (kuesioner tertutup) atau
memberikan kesempatan responden menjawab secara bebas (kuesioner terbuka).
Penyebaran kuesioner dapat dilakukan
dengan beberapa cara seperti penyerahan kuesioner secara pribadi, melalui
surat, dan melalui email. Masing-masing cara ini memiliki kelebihan dan
kelemahan, seperti kuesioner yang diserahkan secara pribadi dapat membangun
hubungan dan memotivasi respoinden, lebih murah jika pemberiannya dilakukan
langsung dalam satu kelompok, respon cukup tinggi. Namun kelemahannya adalah
organisasi kemungkinan menolak memberikan waktu perusahaan untuk survey dengan
kelompok karyawan yang dikumpulkan untuk tujuan tersebut.
Referensi :
Uma
Sekaran. 2006. Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. Jakarta : Salemba Empat
Sugiyono,
Metode Penelitian Kuantitatif Kualtatif dan R & D, Bandung: Alfabeta, 2012,
Hlm 145
Tidak ada komentar:
Posting Komentar