daftar pustaka jurnal yang diteliti :
Elpera Yuda, I Made. 2013. Peran Badan Lingkungan Hidup Dalam Pengawasan Kegiatan Usaha Laundry Sebagai Upaya Pengendalian Pencemaran Lingkungan Di Kota Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Rabu, 26 April 2017
analisa meminimasi dampak negatif terhadap lingkungan dari pendirian usaha laundry
Analisa
dampak negatif terhadap lingkungan pada pendirian usaha laundry
1) Penggunaan deterjen usaha laundry BLH
Kota Yogyakarta melakukan pengawasan usaha laundry terkait penggunaan deterjen
yang fosfatnya rendah. Hal tersebut bertujuan supaya limbah yang dihasilkan
kandungan kimianya tidak terlalu tinggi dan tidak merusak serta mencemari air
tanah pada saat pembuangan limbah dari usaha laundry tersebut, untuk saat ini
proses penggunaan bahan deterjen yang rendah fosfatnya belum bisa berjalan
dengan baik. Sebab, masih banyak laundry di Kota Yogyakarta yang tidak
mementingkan akan hal itu. Sebagian besar laundry hanya melihat pemakaian
deterjen yang harganya lebih murah dan dapat menimbulkan untung yang cukup
besar. Terutama usaha usaha laundry yang skala kecil dengan modal terbatas,
2) Proses pembuangan limbah laundry BLH
Kota Yogyakarta melakukan pengawasan usaha laundry terkait proses pembuangan
limbahnya. Dalam melakukan pengawasan, BLH Kota Yogyakarta menyarankan setiap
usaha laundry sebelum membuang limbahnya supaya melakukan proses penetralan
terlebih dahulu. Limbah yang dibuang masih dalam keadaan belum netral nantinya
dapat merusak tanah dan air tanah serta menimbulkan terjadinya pencemaran
lingkungan. Dalam hal ini, BLH Kota Yogyakarta menyarankan setiap usaha laundry
yang ada di Kota Yogyakarta dalam melakukan pembuangan limbah hasil laundry
harus melalui tiga tahap sebelum di buang yaitu:
a. Pertama, limbah yang dihasilkan oleh
kegiatan usaha laundry harus di tampung terlebih dahulu di dalam suatu wadah
atau bak,
b. Kedua, limbah usaha laundry yang pada
tahap pertama sudah di tampung dalam wadah atau bak kemudian dicampurkan tawas
yang berfungsi untuk mengurangi kadar kimia yang ada pada limbah usaha laundry
tersebut dan di diamkan beberapa saat.
c. Ketiga, limbah usaha laundry pada
tahap kedua yang sudah dicampurkan tawas kemudian dipindahkan dan disaring
terlebih dahulu ke dalam wadah atau bak yang baru dan di diamkan beberapa saat
dan kemudian dibuang ke saluran pembuangan atau ke tanah.
Metode Pengolahan air limbah
Beberapa metode yang dilakukan :
1) Pengenceran
Air limbah dibuang ke sungai / danau, akan mengalami purifikasi alami, namun
cara ini dapat mencemari air permukaan dengan bakteri pathogen.
2) Chosspool
Berbentuk seperti sumur khusus untuk pembuangan limbah dibuat pada tanah yang
berpasir agar air buangan mudah meresap kedalam tanah. Cess pool dapat
digunakan selama ± 60 bulan jarak dari sumur air bersih 45 meter.
3) Sumur
Resapan(seepage pit)
Sumur resapan merupakan sumur tempat menampang air limbah yang telah mengalami
pengolahan dalam sistem lain. Dengan cara ini air hanya tinggal mengalami
peresapan ke dalam tanah. Sumur ini dibuat pada tanah yang berpasir dengan
diameter 1-2.5 m dan kedalaman 2,5.
4) Septic
tank
Merupakan metode terbaik untuk mengolah air limbah walau biayanya
mahal,rumit,dan memerlukan tanah yang luas.
Septic tank memiliki 4 bagian, antara lain :
a) Ruang
Pembusuk
Air kotor
akan tertahan 13 hari dan akan mengalami penguraian oleh bakteri pembusuk yang
akan menghasilkan gas, cairan, dan lumpur.
b) Ruang
Lumpur
Apabila
ruang sudah penuh, lumpur dapat di pompa keluar.
c) Dosing
Chamber
Dalam
dosing terdapat siphon McDonald, berfungsi untuk mengatur kecepatan air yang
akan dialirkan ke bidang resapan agar merata.
d) Bidang
Resapan
Bidang
ini akan menyerap cairan keluar dari dosing chamber dan menyaring bakteri
pathogen maupun bibit penyakit lain.
e) System
Riool ( Sewage )
System
riool menampung semua air kotor dari rumah maupun perusahaan, dan terkadang
menampung kotoran dari lingkungan.
E. Proses
Pengolahan yang dilakukan :
1. Penyaringan
( Screening )
Penyaringan ditunjukan untuk menangkap benda-benda yang terapung diatas
permukaan air.
2. Pengendapan
( Sedimentation )
Air
limbah dialirkan ke dalam bak besar ( Sand trap ) sehingga aliran menjadi
lambat dan lumpur serta pasir mengendap.
3. Proses
Biologis
Proses
ini menggunakan mikroba untuk memusnahkan zat organik di dalam limbah baik
secara aerob maupun anaerob.
4. Disaring
dengan saringan pasir ( Sand filter )
5. Desinfeksi
dengan kaporit untuk membunuh mikroba patogen
6. Pengenceran,
air limbah dibuang ke sungai / danau / laut sehingga tidak terjadi pengenceran.
dampak positif dan negatif terhadap lingkungan dari pendirian usaha laundry
A. Dampak positif pendirian
usaha laundry antara lain.
1. Dapat
meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, dengan mendirikan usaha laundry masyarakat
yang belum memiliki pekerjaan (pengangguran) memiliki kegiatan yang tentunya
akan menambah penghasilannya. Begitupun karyawan yang baru saja di-PHK, akan
mendapatkan pekerjaan pengganti yang dapat dilakukan untuk memperoleh
penghasilan dan meningkatkan taraf perekonomiannya.
2. Dapat
menggali dan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri
dan juga lingkungan sekitarnya.
3. Perubahan
budaya yang dapat berdampak pada perubahan sikap masyarakat, yaitu masyarakat
akan mendapatkan sebuah gambaran tentang berwirausaha.
4. Mengajarkan
pada masyarakat untuk bisa menjadi seorang pengusaha, tidak hanya menjadi
karyawan dan bergantung pada pemimpin. Dengan berwirausaha masyarakat akan
mendapatkan penghasilan murni dari usahanya sendiri.
5. Perubahan
demografi, dengan terjadinya penurunan tingkat pengangguran. Dalam pembuatan usaha
tersebut tentunya pihak pengusaha membutuhkan tenaga kerja yang mana dapat
diambil dari lingkungan masyarakat sekitar.
6. Memberikan
kemudahan bagi masyarakat lokal. Dengan adanya pendirian
usahalaundry masyarakat lokal yang sibuk dan tidak sempat untuk mencuci
baju akan mendapatkan kemudahan, menggunakan jasa laundry untuk
membantu mencucikan baju.
B. Dampak
negatif pendirian usaha laundry antara lain.
1. Banyaknya
pendirian usaha baru akan menyebabkan terjadinya persaingan yang ketat antar
pengusaha yang notabene masih bertetangga dan berada dalam satu lingkungan. Hal
ini rentan mengakibatkan perpecahan, karena para pengusaha tersebut berebut
untuk mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya namun target pelanggannya hanya
dalam lingkup yang sempit.
2. Mengurangi
sikap kemandirian masyarakat lokal. Dengan pendirian laundry, akan timbul
sikap malas dari masyarakat sekitar, masyarakat sekitar akan lebih memilih
menggunakan jasa laundry dari pada mencuci bajunya sendiri. Hal ini
akan menambah pengeluaran mereka.
3. Dampak negatif
yang terjadai yaitu dampak negatif bagi lingkungan di sekitar lokasi
usaha. Penggunaan deterjen yang mengandung fosfat tinggi dan kurangnya
kepedulian pelaku usaha untuk melengkapi bisnisnya dengan Instalasi Pengolahan
Air Limbah (IPAL), bisa menghambat pemurnian air sehingga membuat air tanah dan
air sumur di sekitar lokasi tercemar oleh limbah chemical (kimia).
4.
Mengganggu ekosistem ikan, Limbah deterjen dari “Laundry” yang tidak memiliki
tempat pembuangan limbah yang jelas akan bermuara ke selokan, bahkan akan
bermuara ke sungai dan dapat mengganggu ekosistem ikan. Karena deterjen dapat
menghancurkan lapisan eksternal lendir yang melindungi ikan, bakteri dan
parasit. Selain itu juga dapat menyebabkan kerusakan pada insang.
5.
Berbahaya bagi kesehatan manusia, jika air minum yang telah
terkontaminasi limbah deterjen dapat meyebabkan penyakit kanker. Saat ini
instalasi pengolahan air limbah industri belum mempunyai teknologi yang mampu
mengolah limbah deterjen secara sempurna.
Langganan:
Postingan (Atom)