Kamis, 28 Januari 2016

tugas isd bab 9 Ilmu pengetahuan teknologi dan kemiskinan

Tugas ilmu sosial dasar bab 9 ilmu pengetahuan teknologi dan kemiskinan
Nama : Rezky Ardian Sepputra
Kelas : 2ID14
Npm : 39414203
Tugas ilmu sosial dasar
Ilmu pengetahuan teknologi dan kemiskinan
I.Pendahuluan

1.1     Latar belakang
Ilmu pengetahuan,teknologi dan kemiskinan memberi petunjuk adanya sesuatu yang inheren,mungkin permasalahannya adanya kontinuitas dan perubahan ,harmoni atau disharmoni.tidak mustahil ketiga masalah ini akan melihat masa lampau atau masa depan yang penuh degan ketidakpastian,dan dapat melibatkan perdebatan semantika.
   Ilmu pengetahuan lazim digunakan pada dalam pengertian sehari-hari terdiri dari dua kata ilmu dan pengetahuan ,yang masing-masing mempunyai arti tersendiri.dalam membicarakan pengetahuan saja akan menghadapi berbagai masalah seperti kemampuan indera dalam memahami fakta pengalaman dan dunia realitas.Tekonogi dalam penerapannya sebagai jalur utama yang dapat menyongsong masa depan cerah,kepercayaannya sudah mendalam.sikap demikian adalah wajar.Kemiskinan merupakan tema sentral dari perjuangan bangsa dan motifasi fundamental dari cita-cita menciptakan masyarakat adil dan makmur.
   Ilmu pengetahuan,teknologi,dan kemiskinan merupakan bagian-bagian yang tidak dapat dibebeskan dan dipisahkan dari suatu system yang berinteraksi,interelasi,interdepensi dan ramifikasi(percabangannya)degan demikian wajarlah apabila mengadapi masalah yang kompleks ini memerlukan studi mendalam dan analisis interdisipliner klau tidak mau mencampuradukan unsur-unsur sintesis dengan sintesis sendiri.
1.2    Perumusan masalah
Perumusan masalah dalam penulisan ilmiah adalah merupakan suatu pertanyaan pertanyaan yang terkait pada penulisan ilmiah.
1.Jelaskan tentang ilmu pengetahuan ?
2.Jelaskan tentang teknologi?
3.Jelaskan tentang ilmu pengetahuan,teknologi dan nilai ?
4.Jelaskan tentang kemiskinan ?
II.Teori
2.1 Ilmu pengetahuan,teknologi,dan kemiskinan
                       
Ilmu pengetahuan
                Dikalangan ilmuwan ada keseragaman pendapat,bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur yang diperoleh dengan pangkal tumpuan(objek) tertentu dengan sistematis,metodis,rasional/logis,empiris,umum dan akumulatif.Pengertian pengetahuan menurut istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dari teori (epistemology),diantaranya pandangan aristatoles bahwa pengetahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi.Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan  objek yang merupakan bahan dalam penelitian,meliputi objek material sebagai bahan yang menjadi tujuan penelitian bulat dan utuh,serta objekl formal,yaitu sudut pandang yang mengarah kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian.Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dan tindakan.dimulai dengan pengamatan,yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi.kemudian mengolongkan golongkan dengan membuktikan dengan cara berfikir analitis,sintesis,induktif dan deduktif,yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran.
Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan objektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah.Sikap yang bersifat ilmiah itu meliputi empat hal :
1.      Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih, sehingga pengetahuan ilmiah dicapai secara objektif
2.      Selektif, artinya mengadakan pemilihan yang didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada
3.      Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tidak dapat diubah maupun terhadap alat indera dan budi yang digunakan untuk mencapai ilmu
4.      Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori, mapun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian. Namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali. 

Teknologi
Teknologi merupakan pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai dikenal sebelum sains dan teknik.
Menurut Walter Buckingham teknologi adalah ilmu pengetahuan yang diterapkan ke dalam seni industri, oleh karenanya mencakup alat-alat yang memungkinkan terlaksananya efisiensi kerja menurut keragaman kemampuan.
Definisi lain teknologi adalah pemanfaatan ilmu untuk memecahkan suatu masalah dengan cara mengerahkan semua alat yang sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan dan skala nilai yang ada.teknologi dilihat dari status pengetahuan kita yang sekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi produk yang diinginkan( dan pengetahuan kita tentang apa yang bisa diproduksi). Oleh karena itu, kita dapat melihat perubahan teknologi pada saat pengetahuan teknik kita meningkat.
Pengetahuan teknik pada masyarakat kini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
a.       Rasionalitas
Rasionalitas merupakan tindakan spontak oleh teknik yang diubah menjaditindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.
b.      Artifisialitas
Artifisialitas merupakan suatu tindakan yang selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah.
c.       Otomatisme
Otomatisme merupakan suatu organisasi dan rumusan serba otomatis. Demikian pula dengan teknik maupun mengilimkinasikan kegiatan non-teknis menjadi kegiatan teknis.
d.      Teknis berkembang pada suatu kebudayaan
e.       Monisme
Dimana semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung.
f.       Universalisme
Dimana teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan.
g.      Otonomi
Teknik yang berkembang menurut prinsip-prinsip sediri.
1.      Persyaratan Teknis
a.       Memperhatikan kelestarian tata lingkungan hidup, menggunakan sebanyak mungkin bahan baku dan sumber energi setempat dan sesedikit mungkin menggunakan bahan import.
b.      Jumlah produksi harus cukup dan mutu produksi harus diterima oleh pasar yang ada.
c.       Menjamin agar hasil dapat diangkut ke pasaran dan masih dapat dikembangkan, sehingga dapat dihindari kerusakan atas mutu hasil.
d.      Memperlihatkan tersedianya peralatan serta operasi dan perawatannya.

2.      Persyaratan Sosial
a.       Memanfaatkan keterampilan yang sudah ada.
b.      Menjamin timbulnya perluasan lapangan kerja yang dapat terus menerus berkembang.
c.       membatasi sejauh mungkin timbulnya ketegangan sosial dan budaya dengan mengatur agar peningkatan produksi berlangsung dalam batas-batas tertentu sehingga terwujud keseimbangan sosial dan budaya yang dinamis.
d.      Menekan seminimum mungkin pergeseran tenaga kerja yang mengakibatkan bertambahnya pengangguran.

3.      Persyaratan Ekonomik
a.       Membatasi sedikit mungkin kebutuhan modal.
b.      Mengarahkan pemakaian modal agar sesuai dengan rencana pengembangan lokal, regional dan nasional.
c.       Menjamin agar hasil dan keuntungan akan kembali kepada produsen.
d.      Dapat mengarahkan lebih banyak produsen ke arah cara penghitungan ekonomis yang sehat.
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Nilai
Ilmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai atau moral. Hal ini dikarenakan dampaknya dapat dirasakan melalui kebijakan pembangunan yang pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu diperoleh melalui kegiatan metode ilmiah atau epistemologi. Jadi epistemology merupakan pembahasan bagaimana mendapatkan suatu pengetahuan. Sedangkan metode ilmiah adalah suatu kegiatan menyusun tubuh pengetahuan yang bersifat logis, penjabaran hipotesis dengan dedukasi dan verifikasi.
Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkurangnya perhatian terhadap nilai, moral, dan segi kemanusiannya. Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki 3 komponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusunya yaitu :

1.      Ontologis
Hakikat apa yang dikaji oleh pengetahuan, atau objek formal dari suatu pengetahuan. Kaitan ontologis dengan nilai dalam kegiatannya adalah menafsirkan hikayat realitas yang ada
2.      Epistemologis
Pembahasan bagaimana mendapatkan pengetahuan. Epistemologis berkaitan dengan nilai pada saat proses logis, hipotesis, dan verifikasi
3.      Aksiologis
Asas mengunakan ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan. Aksiologis berkaitan dengan nilai dimana ilmu harus digunakan dan dimanfaatkan demi kemaslahatan manusia.

Tujuan ilmu terapan ini adalah untuk membantu manusia dalam memecahkan masalah-masalah manusia. Tindak lanjut dari masalah-masalah seperti (hasil kegiatan ilmu terapan) inilah yang disebut teknologi. Apa pun arah dan kepada siapa diterapkannya teknologi, bergantung dari si penguasa teknologi dan nilai atau norma yang dimilikinya.
Hal tersebut membuktikan bahwa ilmu tidak bebas nilai. Ilmu yang bebas nilai adalah suatu tuntutan yang ditujukan kepada semua kegiatan ilmiiah atas dasar hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. Kaitan ilmu dan teknologi dengan nilai berasal dari ekses penerapan ilmu dan teknologi sendiri. Sikap ilmuwan terbagi menjadi 2 golongan yaitu sebagai berikut:
1.      Golongan yang menyatakan ilmu dan teknologi bersifat netral terhadap nilai-nilai baik secara ontologism maupun aksiologis, dalam penggunaannya tergantung kepada tujuan ilmuwan untuk tujuan baik atau tujuan buruk. Golongan ini berasumsi bahwa kebenaran dijunjung tinggi sebagai nilai, sehingga nilai kemanusian lainnya dikorbankan demi teknologi.
2.      Golongan yang menyatakan ilmu dan teknologi bersifat netral hanya dalam batas-batas metafisik keilmuwan, dalam pengunaan dan penelitian harus berdasarkan asas-asas moral. Golongan ini berasumsi bahwa ilmuwan telah mengetahui ekses-ekses yang terjadi apabila ilmu dan teknologi disalahgunakan.

Kemiskinan
Kemiskinan merupakan kurangnya pendapatan penduduk untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok, seperti sandang, pangan dan papan. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti makan, pakaian, tempat tinggal, dan lain-lain, (Emil Salim, 1982).

Atas dasar ukuran tersebut, maka yang hidup dibawah garis kemiskinan memilikiciri-ciri sebagai berikut:
a.       Tidak memiliki faktor produksi sendiri, seperti tanah, modal, dan sebagainya.
b.      Tidak memiliki kemungkinan untuk memiliki asset produksi.
c.       Tingkat pendidikan yang rendah.
d.      Kebanyakan tinggal di desa.
e.       Banyak yang hidup di kota berusia muda dan tidak mempunyai keterampilan.

Kemiskinan adalah salah satu masalah besar yang dihadapi oleh negara berkembang terutama di Indonesia. Angka nilai kemiskinan dapat menentukan seberapa besar negara menangani masalah ini. Garis kemiskinan dapat menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh 3 hal yaitu :
a.       Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, adat istiadat, dan sistem nilai yang dimiliki
b.      Posisi manusia dalam lingkungan sekitar
c.       Kebutuhan objektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi

Dengan menganut teori fungsional dari statifikasi (Davis), maka kemiskinan memiliki sejumlah fungsi yaitu sebagai berikut:
1.      Fungsi ekonomi
Penyediaan tenaga untuk pekerjaan tertentu, menimbulkan dana sosial, membuka lapangan pekerjaan dan memanfaatkan barang bekas.
2.      Fungsi sosial
Menimbulkan altruism (kebaikan spontan) dan perasaan, sumber imajinasi, sebagai ukuran kemajuan dan merangsang munculnya badan amal.
3.      Fungsi kultural
Sumber inspirasi, dan memperkaya budaya saling mengayomi antar sesame bangsa.
4.      Fungsi politik
Sebagai kelompok gelisah atau masyarakat marginal untuk musuh bersaing bagi kelompok lain.
Kemiskinan menurut pendapat umum dapat dikategorikan ke dalam 3 kelompok, yaitu:
a.       Kemiskinan yang disebabkan aspek badaniah atau mental seseorang. Pada aspek badaniah, biasanya orang tersebut tidak bisa berbuat maksimal sebagaimana manusia lainnya yang sehat jasmani. Sedangkan aspek mental, biasanya mereka disifati oleh sifat malas bekerja dan berusaha secara wajar, sebagaimana manusia lainnya.
b.      Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam. Biasanya pihak pemerintah menempuh dua cara, yaitu memberi pertolongan sementara dengan bantuan secukupnya dan mentransmigrasikan ke tempat hidup yang lebih layak.
c.       Kemiskinan buatan atau kemiskinan struktural. Selain disebabkan oleh keadaan pasrah pada kemiskinan dan memandangnya sebagai nasib dan takdir Tuhan, juga karena struktur ekonomi, sosial dan politik.
III.Analisis dan kesimpulan
Pengertian pengetahuan menurut istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dari teori (epistemology),diantaranya pandangan aristatoles bahwa pengetahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi.Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan  objek yang merupakan bahan dalam penelitian,meliputi objek material sebagai bahan yang menjadi tujuan penelitian bulat dan utuh,serta objekl formal,yaitu sudut pandang yang mengarah kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian.
Teknologi merupakan pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai dikenal sebelum sains dan teknik. Definisi teknologi adalah pemanfaatan ilmu untuk memecahkan suatu masalah dengan cara mengerahkan semua alat yang sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan dan skala nilai yang ada.teknologi dilihat dari status pengetahuan kita yang sekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi produk yang diinginkan( dan pengetahuan kita tentang apa yang bisa diproduksi). Ilmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai atau moral. Hal ini dikarenakan dampaknya dapat dirasakan melalui kebijakan pembangunan yang pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemiskinan merupakan kurangnya pendapatan penduduk untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok, seperti sandang, pangan dan papan. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti makan, pakaian, tempat tinggal, dan lain-lain.
IV.Referensi
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab8-ilmu_pengetahuan_teknologi_dan_kemiskinan.pdf rada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti makan, pakaian, tempat tinggal, dan lain-lain.

IV.Referensi

Senin, 25 Januari 2016

tugas ilmu sosial dasar Pertentangan sosial dan intgerasi masyarakat

Tugas ilmu sosial dasar bab 8 Pertentangan sosial dan intgerasi masyarakat
Nama : Rezky Ardian Sepputra
Kelas : 2ID14
Npm : 39414203
Tugas ilmu sosial dasar
Pertentangtan sosial dan integrasi masyarakat
I.Pendahuluan

1.1    Latar belakang
Hidup bermasyarakat adalah hidup dengan berhubungan baik antara individu,kelompok ataupun golongan.Hidup bermasyarakat juga berarti kehidupan dinamis dimana setiap anggota satu dan lainnya harus saling memberi dan menerima
Kepentingan adalah suatu hal yang sangat diperlukan oleh sesorang. Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya.
Kepentingan ini sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri, jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka ia akan merasakan kepuasan dan sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbilkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.
         Diskriminasi adalah suatu hal yang berupa pengucilan, perbedaan, dan pelecehan terhadap sesorang yang  biasanya menyinggung tentang ras, agama dan budaya.
Etnosentrisme yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan diepergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain.
1.2    Perumusan masalah
Perumusan masalah dalam penulisan ilmiah adalah merupakan suatu pertanyaan pertanyaan yang terkait pada penulisan ilmiah.
1.Jelaskan tentang perbedaan kepentingan ?
2.Jelaskan tentang prasangka diskriminasi dan ethosentris ?
3.Jelaskan tentang pertentangan sosial ketegangan dalam masyarakat?
4.Jelaskan tentang golongan-golongan yang berbeda dan integrasi sosial ?
5.Apa yang dimaksud dengan integrasi internasional?
II.Teori
2.1 Pertentangan sosial dan integrasi masyarakat
Perbedaan Kepentingan
Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya sebuah tingkah laku yang dilakukan oleh individu. Individu bertingkah laku dikarenakan  adanya suatu dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini bersifat esensial bagi kelangsungan hidup individu sendiri, apabila  individu berhasil dapat emenuhi kepentingannya, maka individu itu pun  akan merasakan suatu kepuasan dan sebaliknya apabila individu mengalami kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbulkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.
Oleh karena individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohani, maka dengan sendirinya timbul perbedaan individu dalam hal kepentingannya.

Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa :
      1.     Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang
      2.    Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri
      3.    Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama
      4.    Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi
      5.    Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain
Prasangka Diskriminasi dan Entnosentris
      Prasangka menunjukkan pada aspek sikap sedangkan diskriminasi pada tindakan. Menurut Morgan (1966) sikap adalah kecenderungan untuk merespon baik secara positif atau negarif terhadap orang, obyek atau situasi. Sikap seseorang baru dapat diketahui setelah ia bertindak atau beringkah laku. Oleh karena itu, bisa saja bahwa sikap bertentangan dengan tingkah laku atau tindakan. Jadi prasangka merupakan kecenderungan yang tidak nampak, dan sebagai tindak lanjutnya timbul tindakan, aksi yang sifatnya realistis. Dengan demikian diskriminatif merupakan tindakan yang relaistis, sedangkan prsangka tidak realistis dan hanya diketahui oleh diri individu masing-masing.
      Prasangka ini sebagian besar sifatnya apriori, mendahului pengalaman sendiri (tidak berdasarkan pengalaman sendiri), karena merupakan hasil peniruan atau pengoperan langsung pola orang lain. Prasangka bisa diartikan suatu sikap yang telampau tergesa-gesa, berdasarkan generalisasi yang terlampau cepat, sifat berat sebelah, dan dibarengi proses simplifikasi (terlalu menyederhanakan) terhadap sesuatu realita. Dalam kehidupan sehari-hari prasangka ini banyak dimuati emosi-emosi atau unsur efektif yang kuat.
      Prasangka diskriminasi ini terjadi karena beberapa sebab. Sebab-Sebab Timbulnya Prasangka dan Diskriminasi antara lain :
1.Berlatar belakang sejarah. Orang-orang kulit putih di Amerika Serikat berprasangka negatif terhadap orang-orang Negro, berlatar belakang pada sejarah masa lampau, bahwa orang-orang kulit putih sebagai tuan dan orang-orang Negro berstatus sebagai budak.
2.Dilatar-belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional. Harta kekayaan orang-orang kaya baru, diprasangkai bahwa harta-harta itu didapat dari usaha-usaha yang tidak halal. Antara lain dari usaha korupsi dan penyalahgunaan wewenang sebagai pejabat dan lain sebagainya.
3.Bersumber dari faktor kepribadian.
4.Berlatar belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama.
 Untuk mengurangi atau menghilangkan prasangka dan diskriminasi perlu dilakukan beberapa usaha. Usaha-Usaha mengurangi atau menghilangkan prasangka dan diskriminasi antara lain :
- Perbaikan kondisi sosial ekonomi.
- Perluasan kesempatan belajar.
- Sikap terbuka dan sikap lapang.
Etnosentris yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nillai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagai suatu prima, terbaik, mutlak, dan dipergunakannya sebagai tolak ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain. Etnosentris merupakan kencenderungan tak sadar untuk menginterpretasikkan atau menilai kelompok lain dengan tolak ukur kebudayaannya sendiri. Etnosentrisme ini dapat menyebabkan kesalah pahaman dalam berkomunikasi.
 Usaha-usaha mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminasi :
1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi 
2. Perluasan kesempatan belajar 
3. Sikap terbuka dan sikap lapang 
beberapa bentuk akomodatif yang dapat mengurangi konflik sebagai akibat dari prasangka, yaitu melalui empat sistem, diantaranya ialah :
1. Sistem budaya seperti nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945
2. Sistem sosial seperti kolektiva-kolektiva sosial dalam segala bidang
3. sistem kepribadian yang terwujud sebagai pola-pola penglihatan (persepsi), perasaan (cathexis), pola-pola penilaian yang dianggap pola-pola keindonesiaan, dan
4. Sistem Organik jasmaniah, di mana nasionalime tidak didasarkan atas persamaan ras

Pertentangan Sosial ketegangan dalam masyarakat

Dengan cara berpegang pada sebuah prinsip bahwa tingkah laku atau sikap individu merupakan cara di dalam masyarakat pada hakikatnya  merupakan sebuah manifestasi pemenuhan dari kepentingan individu itu sendiri.
Secara psikologis dikenal dibagi menjadi dua jenis kepentingan dalam diri individu yaitu kepentingan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan sosial/psikologis.
Oleh sebab itu individu mempunyai  sebuah rti bahwa tidak akan ada dua orang individu yang sama persis yang terdapat pada kepribadiannya ,jasmani maupun rohani, maka oleh sebab itu akan timbul dengan sendirinya sebuah perbedaan untuk hal kepentingan tertentu . Perbedaan-perbedaan tersebut secara garis besar disebabkan oleh 2 faktor, yaitu faktor pembawaan (Hereditas) dan faktor lingkungan sosial sebagai komponen utama bagi terbentuknya keunikanindividu. Perbedaan pembawaan akan memungkinkan perbedaan individu dalam hal kepentingannya meskipun dengan lingkungan yang sama. Sebaliknya lingkungan yang berbeda akan memungkinkan timbulnya perbedaan individu dalam hal kepentingan meskipun pembawaannya sama.alat dalam memenuhi kepentingannya, maka kegiatan yang dilakukannya
Konflik (pertentangan) mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dasar konflik berbeda-beda. Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan cirri-ciri dari situasi konflik yaitu :
-Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau baigan-bagianyang terlibat didalam konflik
-Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan, masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan-gagasan
-Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.
Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengannya, misalnya kebencian atau permusuhan. Konflik dapat terjadi paa lingkungan yang paling kecil yaitu individu,sampai kepada lingkungan yang luas yaitu masyarakat.
-Pada taraf di dalam diri seseorang, konflik menunjuk kepada adanya pertentangan, ketidakpastian, atau emosi emosi dan dorongan yang antagonistic didalam diri seseorang
-Pada taraf kelompok, konflik ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalam diri individu, dari perbedaan-perbedaan pada para anggota kelompok dalam tujuan-tujuan, nilai-nilai, dan norma-norma, motivasi-motivasi mereka untuk menjadi anggota kelompok, serta minat mereka.
Adapun cara-cara pemecahan konflik tersebut adalah :
Elimination yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang telibat dalam konflik yang diungkapkan dengan : kami mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami sendiri.
Subjugation atau domination, artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya. Majority Rule artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi.

Golongan-golongan yang berbeda dan integrasi sosial
Masyarakat Indonesia dikategorikan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia. Masyarakat majemuk sendiri dipersatukan oleh suatu sistem nasional yang mengintegrasikannya melalui elemen-elemen pemerintahan , politik, ekonomi, dan sosial. Aspek-aspek dari kemasyarakatan tersebut yaitu :
-Suku Bangsa dan Kebudayaan,
-Agama,
-Bahasa,
-Nasional Indonesia.
      Masalah besar yang dihadapi Indonesia setelah merdeka adalah integrasi diantara masyarakat yang majemuk. Integrasi bukan peleburan, tetapi keserasian persatuan. Masyarakat majemuk tetap berada pada kemajemukkannya, mereka dapat hidup serasi berdampingan (Bhineka Tunggal Ika), berbeda-beda tetapi merupakan kesatuan. Adapun hal-hal yang dapat menjadi penghambat dalam integrasi:
-Tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya
-Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antar warga negara Indonesia asli dengan keturunan.
-Agama, sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan
-Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan tertentu
Integrasi Sosial adalah merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial,ras, etnik, agama, bahasa, nilai, dan norma. Syarat terjadinya integrasi sosial antara lain:
1.Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan mereka
2.Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan bersama mengenai norma dan nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman
3.Nilai dan norma berlaku lama dan tidak berubah serta dijalankan secara konsisten.
Integrasi Internasional
Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi.
Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing. Integrasi memiliki 2 pengertian, yaitu :
-Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu
-Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu.
III.Analisis dan kesimpulan
Kesimpulannya adalah Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya sebuah tingkah laku yang dilakukan oleh individu. Individu bertingkah laku dikarenakan  adanya suatu dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini bersifat esensial bagi kelangsungan hidup individu sendiri, apabila  individu berhasil dapat emenuhi kepentingannya, maka individu itu pun  akan merasakan suatu kepuasan dan sebaliknya apabila individu mengalami kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbulkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.Prasangka ini sebagian besar sifatnya apriori, mendahului pengalaman sendiri (tidak berdasarkan pengalaman sendiri), karena merupakan hasil peniruan atau pengoperan langsung pola orang lain. Prasangka bisa diartikan suatu sikap yang telampau tergesa-gesa, berdasarkan generalisasi yang terlampau cepat, sifat berat sebelah, dan dibarengi proses simplifikasi (terlalu menyederhanakan) terhadap sesuatu realita. Dalam kehidupan sehari-hari prasangka ini banyak dimuati emosi-emosi atau unsur efektif yang kuat.Secara psikologis dikenal dibagi menjadi dua jenis kepentingan dalam diri individu yaitu kepentingan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan sosial/psikologis.
Oleh sebab itu individu mempunyai  sebuah rti bahwa tidak akan ada dua orang individu yang sama persis yang terdapat pada kepribadiannya ,jasmani maupun rohani, maka oleh sebab itu akan timbul dengan sendirinya sebuah perbedaan untuk hal kepentingan tertentu . Perbedaan-perbedaan tersebut secara garis besar disebabkan oleh 2 faktor, yaitu faktor pembawaan (Hereditas) dan faktor lingkungan sosial sebagai komponen utama bagi terbentuknya keunikanindividu. Perbedaan pembawaan akan memungkinkan perbedaan individu dalam hal kepentingannya meskipun dengan lingkungan yang sama.Masyarakat Indonesia dikategorikan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia. Masyarakat majemuk sendiri dipersatukan oleh suatu sistem nasional yang mengintegrasikannya melalui elemen-elemen pemerintahan , politik, ekonomi, dan sosial. Aspek-aspek dari kemasyarakatan.Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi.
IV.Referensi
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab10-prasangka_diskriminasi_dan_etnosentrisme.pdf
elearning.gunadarma.ac.id

http://tyaskartika.blogspot.co.id/2010/12/pertentangan-sosial-dan-integrasi.html