Tugas ilmu sosial
dasar bab 9 ilmu pengetahuan teknologi dan kemiskinan
Nama : Rezky Ardian Sepputra
Kelas : 2ID14
Npm : 39414203
Tugas ilmu sosial dasar
Ilmu pengetahuan
teknologi dan kemiskinan
I.Pendahuluan
1.1 Latar belakang
Ilmu pengetahuan,teknologi
dan kemiskinan memberi petunjuk adanya sesuatu yang inheren,mungkin
permasalahannya adanya kontinuitas dan perubahan ,harmoni atau disharmoni.tidak
mustahil ketiga masalah ini akan melihat masa lampau atau masa depan yang penuh
degan ketidakpastian,dan dapat melibatkan perdebatan semantika.
Ilmu pengetahuan lazim digunakan pada dalam pengertian sehari-hari terdiri dari
dua kata ilmu dan pengetahuan ,yang masing-masing mempunyai arti
tersendiri.dalam membicarakan pengetahuan saja akan menghadapi berbagai masalah
seperti kemampuan indera dalam memahami fakta pengalaman dan dunia
realitas.Tekonogi dalam penerapannya sebagai jalur utama yang dapat menyongsong
masa depan cerah,kepercayaannya sudah mendalam.sikap demikian adalah wajar.Kemiskinan
merupakan tema sentral dari perjuangan bangsa dan motifasi fundamental dari
cita-cita menciptakan masyarakat adil dan makmur.
Ilmu pengetahuan,teknologi,dan kemiskinan merupakan bagian-bagian yang tidak
dapat dibebeskan dan dipisahkan dari suatu system yang
berinteraksi,interelasi,interdepensi dan ramifikasi(percabangannya)degan
demikian wajarlah apabila mengadapi masalah yang kompleks ini memerlukan studi
mendalam dan analisis interdisipliner klau tidak mau mencampuradukan
unsur-unsur sintesis dengan sintesis sendiri.
1.2 Perumusan masalah
Perumusan
masalah dalam penulisan ilmiah adalah merupakan suatu pertanyaan pertanyaan
yang terkait pada penulisan ilmiah.
1.Jelaskan
tentang ilmu pengetahuan ?
2.Jelaskan
tentang teknologi?
3.Jelaskan
tentang ilmu pengetahuan,teknologi dan nilai ?
4.Jelaskan
tentang kemiskinan ?
II.Teori
2.1
Ilmu pengetahuan,teknologi,dan kemiskinan
Ilmu
pengetahuan
Dikalangan ilmuwan ada
keseragaman pendapat,bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara
teratur yang diperoleh dengan pangkal tumpuan(objek) tertentu dengan
sistematis,metodis,rasional/logis,empiris,umum dan akumulatif.Pengertian
pengetahuan menurut istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam
pandangan dari teori (epistemology),diantaranya pandangan aristatoles bahwa
pengetahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang
budi.Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan objek yang merupakan bahan
dalam penelitian,meliputi objek material sebagai bahan yang menjadi tujuan
penelitian bulat dan utuh,serta objekl formal,yaitu sudut pandang yang mengarah
kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian.Langkah-langkah dalam memperoleh
ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dan tindakan.dimulai dengan
pengamatan,yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa
yang dipikirkan untuk sistemasi.kemudian mengolongkan golongkan dengan
membuktikan dengan cara berfikir analitis,sintesis,induktif dan deduktif,yang
terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai
upaya mencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran.
Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah
dan objektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah.Sikap yang bersifat ilmiah
itu meliputi empat hal :
1. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih,
sehingga pengetahuan ilmiah dicapai secara objektif
2. Selektif, artinya mengadakan pemilihan yang
didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis
yang ada
3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang
tidak dapat diubah maupun terhadap alat indera dan budi yang digunakan untuk
mencapai ilmu
4. Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori,
mapun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian. Namun masih terbuka untuk
dibuktikan kembali.
Teknologi
Teknologi merupakan pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin,
material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai
aktivitas manusia, teknologi mulai dikenal sebelum sains dan teknik.
Menurut Walter Buckingham teknologi adalah ilmu pengetahuan yang
diterapkan ke dalam seni industri, oleh karenanya mencakup alat-alat yang
memungkinkan terlaksananya efisiensi kerja menurut keragaman kemampuan.
Definisi lain teknologi adalah pemanfaatan ilmu untuk memecahkan
suatu masalah dengan cara mengerahkan semua alat yang sesuai dengan nilai-nilai
kebudayaan dan skala nilai yang ada.teknologi dilihat dari status pengetahuan
kita yang sekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi
produk yang diinginkan( dan pengetahuan kita tentang apa yang bisa diproduksi).
Oleh karena itu, kita dapat melihat perubahan teknologi pada saat pengetahuan
teknik kita meningkat.
Pengetahuan teknik
pada masyarakat kini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki cirri-ciri sebagai
berikut:
a. Rasionalitas
Rasionalitas merupakan
tindakan spontak oleh teknik yang diubah menjaditindakan yang direncanakan
dengan perhitungan rasional.
b. Artifisialitas
Artifisialitas
merupakan suatu tindakan yang selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah.
c. Otomatisme
Otomatisme merupakan
suatu organisasi dan rumusan serba otomatis. Demikian pula dengan teknik maupun
mengilimkinasikan kegiatan non-teknis menjadi kegiatan teknis.
d. Teknis berkembang pada suatu kebudayaan
e. Monisme
Dimana semua teknik
bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung.
f. Universalisme
Dimana teknik
melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai
kebudayaan.
g. Otonomi
Teknik yang berkembang
menurut prinsip-prinsip sediri.
1. Persyaratan Teknis
a. Memperhatikan kelestarian tata lingkungan
hidup, menggunakan sebanyak mungkin bahan baku dan sumber energi setempat dan
sesedikit mungkin menggunakan bahan import.
b. Jumlah produksi harus cukup dan mutu produksi
harus diterima oleh pasar yang ada.
c. Menjamin agar hasil dapat diangkut ke pasaran
dan masih dapat dikembangkan, sehingga dapat dihindari kerusakan atas mutu
hasil.
d. Memperlihatkan tersedianya peralatan serta
operasi dan perawatannya.
2. Persyaratan Sosial
a. Memanfaatkan keterampilan yang sudah ada.
b. Menjamin timbulnya perluasan lapangan kerja
yang dapat terus menerus berkembang.
c. membatasi sejauh mungkin timbulnya ketegangan
sosial dan budaya dengan mengatur agar peningkatan produksi berlangsung dalam
batas-batas tertentu sehingga terwujud keseimbangan sosial dan budaya yang
dinamis.
d. Menekan seminimum mungkin pergeseran tenaga
kerja yang mengakibatkan bertambahnya pengangguran.
3. Persyaratan Ekonomik
a. Membatasi sedikit mungkin kebutuhan modal.
b. Mengarahkan pemakaian modal agar sesuai dengan
rencana pengembangan lokal, regional dan nasional.
c. Menjamin agar hasil dan keuntungan akan
kembali kepada produsen.
d. Dapat mengarahkan lebih banyak produsen ke
arah cara penghitungan ekonomis yang sehat.
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Nilai
Ilmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai
atau moral. Hal ini dikarenakan dampaknya dapat dirasakan melalui kebijakan
pembangunan yang pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Ilmu diperoleh melalui kegiatan metode ilmiah atau epistemologi.
Jadi epistemology merupakan pembahasan bagaimana mendapatkan suatu pengetahuan.
Sedangkan metode ilmiah adalah suatu kegiatan menyusun tubuh pengetahuan yang
bersifat logis, penjabaran hipotesis dengan dedukasi dan verifikasi.
Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi semakin
berkurangnya perhatian terhadap nilai, moral, dan segi kemanusiannya. Ilmu
pengetahuan pada dasarnya memiliki 3 komponen penyangga tubuh pengetahuan yang
disusunya yaitu :
1. Ontologis
Hakikat apa yang
dikaji oleh pengetahuan, atau objek formal dari suatu pengetahuan. Kaitan
ontologis dengan nilai dalam kegiatannya adalah menafsirkan hikayat realitas
yang ada
2. Epistemologis
Pembahasan bagaimana
mendapatkan pengetahuan. Epistemologis berkaitan dengan nilai pada saat proses
logis, hipotesis, dan verifikasi
3. Aksiologis
Asas mengunakan ilmu
pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan. Aksiologis berkaitan dengan
nilai dimana ilmu harus digunakan dan dimanfaatkan demi kemaslahatan manusia.
Tujuan ilmu terapan ini adalah untuk membantu manusia dalam
memecahkan masalah-masalah manusia. Tindak lanjut dari masalah-masalah seperti
(hasil kegiatan ilmu terapan) inilah yang disebut teknologi. Apa pun arah dan
kepada siapa diterapkannya teknologi, bergantung dari si penguasa teknologi dan
nilai atau norma yang dimilikinya.
Hal tersebut membuktikan bahwa ilmu tidak bebas nilai. Ilmu yang
bebas nilai adalah suatu tuntutan yang ditujukan kepada semua kegiatan ilmiiah
atas dasar hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. Kaitan ilmu dan teknologi
dengan nilai berasal dari ekses penerapan ilmu dan teknologi sendiri. Sikap
ilmuwan terbagi menjadi 2 golongan yaitu sebagai berikut:
1. Golongan yang menyatakan ilmu dan teknologi
bersifat netral terhadap nilai-nilai baik secara ontologism maupun aksiologis,
dalam penggunaannya tergantung kepada tujuan ilmuwan untuk tujuan baik atau
tujuan buruk. Golongan ini berasumsi bahwa kebenaran dijunjung tinggi sebagai
nilai, sehingga nilai kemanusian lainnya dikorbankan demi teknologi.
2. Golongan yang menyatakan ilmu dan teknologi
bersifat netral hanya dalam batas-batas metafisik keilmuwan, dalam pengunaan
dan penelitian harus berdasarkan asas-asas moral. Golongan ini berasumsi bahwa
ilmuwan telah mengetahui ekses-ekses yang terjadi apabila ilmu dan teknologi
disalahgunakan.
Kemiskinan
Kemiskinan merupakan kurangnya pendapatan penduduk untuk
memenuhi kebutuhan hidup yang pokok, seperti sandang, pangan dan papan.
Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti makan, pakaian, tempat tinggal, dan
lain-lain, (Emil Salim, 1982).
Atas dasar ukuran tersebut, maka yang hidup dibawah garis
kemiskinan memilikiciri-ciri sebagai berikut:
a. Tidak memiliki faktor produksi sendiri,
seperti tanah, modal, dan sebagainya.
b. Tidak memiliki kemungkinan untuk memiliki
asset produksi.
c. Tingkat pendidikan yang rendah.
d. Kebanyakan tinggal di desa.
e. Banyak yang hidup di kota berusia muda dan
tidak mempunyai keterampilan.
Kemiskinan adalah salah satu masalah besar yang dihadapi oleh
negara berkembang terutama di Indonesia. Angka nilai kemiskinan dapat
menentukan seberapa besar negara menangani masalah ini. Garis kemiskinan dapat
menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan
pokok, bisa dipengaruhi oleh 3 hal yaitu :
a. Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang
diperlukan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, adat istiadat, dan sistem nilai
yang dimiliki
b. Posisi manusia dalam lingkungan sekitar
c. Kebutuhan objektif manusia untuk bisa hidup
secara manusiawi
Dengan menganut teori fungsional dari statifikasi (Davis),
maka kemiskinan memiliki sejumlah fungsi yaitu sebagai berikut:
1. Fungsi ekonomi
Penyediaan tenaga
untuk pekerjaan tertentu, menimbulkan dana sosial, membuka lapangan pekerjaan
dan memanfaatkan barang bekas.
2. Fungsi sosial
Menimbulkan altruism
(kebaikan spontan) dan perasaan, sumber imajinasi, sebagai ukuran kemajuan dan
merangsang munculnya badan amal.
3. Fungsi kultural
Sumber inspirasi, dan
memperkaya budaya saling mengayomi antar sesame bangsa.
4. Fungsi politik
Sebagai kelompok
gelisah atau masyarakat marginal untuk musuh bersaing bagi kelompok lain.
Kemiskinan menurut pendapat umum dapat dikategorikan ke dalam 3
kelompok, yaitu:
a. Kemiskinan yang disebabkan aspek badaniah atau
mental seseorang. Pada aspek badaniah, biasanya orang tersebut tidak bisa
berbuat maksimal sebagaimana manusia lainnya yang sehat jasmani. Sedangkan
aspek mental, biasanya mereka disifati oleh sifat malas bekerja dan berusaha
secara wajar, sebagaimana manusia lainnya.
b. Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam.
Biasanya pihak pemerintah menempuh dua cara, yaitu memberi pertolongan
sementara dengan bantuan secukupnya dan mentransmigrasikan ke tempat hidup yang
lebih layak.
c. Kemiskinan buatan atau kemiskinan struktural.
Selain disebabkan oleh keadaan pasrah pada kemiskinan dan memandangnya sebagai
nasib dan takdir Tuhan, juga karena struktur ekonomi, sosial dan politik.
III.Analisis
dan kesimpulan
Pengertian pengetahuan
menurut istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan
dari teori (epistemology),diantaranya pandangan aristatoles bahwa pengetahuan
merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang
budi.Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan objek yang merupakan bahan
dalam penelitian,meliputi objek material sebagai bahan yang menjadi tujuan
penelitian bulat dan utuh,serta objekl formal,yaitu sudut pandang yang mengarah
kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian.
Teknologi merupakan
pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong
manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai
dikenal sebelum sains dan teknik. Definisi teknologi adalah pemanfaatan ilmu
untuk memecahkan suatu masalah dengan cara mengerahkan semua alat yang sesuai
dengan nilai-nilai kebudayaan dan skala nilai yang ada.teknologi dilihat dari
status pengetahuan kita yang sekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya
untuk memproduksi produk yang diinginkan( dan pengetahuan kita tentang apa yang
bisa diproduksi). Ilmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai
atau moral. Hal ini dikarenakan dampaknya dapat dirasakan melalui kebijakan
pembangunan yang pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Kemiskinan merupakan kurangnya pendapatan penduduk untuk memenuhi
kebutuhan hidup yang pokok, seperti sandang, pangan dan papan. Dikatakan berada
di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya, seperti makan, pakaian, tempat tinggal, dan lain-lain.
IV.Referensi
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab8-ilmu_pengetahuan_teknologi_dan_kemiskinan.pdf
rada
di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya, seperti makan, pakaian, tempat tinggal, dan lain-lain.
IV.Referensi