Kamis, 28 Januari 2016

tugas isd bab 9 Ilmu pengetahuan teknologi dan kemiskinan

Tugas ilmu sosial dasar bab 9 ilmu pengetahuan teknologi dan kemiskinan
Nama : Rezky Ardian Sepputra
Kelas : 2ID14
Npm : 39414203
Tugas ilmu sosial dasar
Ilmu pengetahuan teknologi dan kemiskinan
I.Pendahuluan

1.1     Latar belakang
Ilmu pengetahuan,teknologi dan kemiskinan memberi petunjuk adanya sesuatu yang inheren,mungkin permasalahannya adanya kontinuitas dan perubahan ,harmoni atau disharmoni.tidak mustahil ketiga masalah ini akan melihat masa lampau atau masa depan yang penuh degan ketidakpastian,dan dapat melibatkan perdebatan semantika.
   Ilmu pengetahuan lazim digunakan pada dalam pengertian sehari-hari terdiri dari dua kata ilmu dan pengetahuan ,yang masing-masing mempunyai arti tersendiri.dalam membicarakan pengetahuan saja akan menghadapi berbagai masalah seperti kemampuan indera dalam memahami fakta pengalaman dan dunia realitas.Tekonogi dalam penerapannya sebagai jalur utama yang dapat menyongsong masa depan cerah,kepercayaannya sudah mendalam.sikap demikian adalah wajar.Kemiskinan merupakan tema sentral dari perjuangan bangsa dan motifasi fundamental dari cita-cita menciptakan masyarakat adil dan makmur.
   Ilmu pengetahuan,teknologi,dan kemiskinan merupakan bagian-bagian yang tidak dapat dibebeskan dan dipisahkan dari suatu system yang berinteraksi,interelasi,interdepensi dan ramifikasi(percabangannya)degan demikian wajarlah apabila mengadapi masalah yang kompleks ini memerlukan studi mendalam dan analisis interdisipliner klau tidak mau mencampuradukan unsur-unsur sintesis dengan sintesis sendiri.
1.2    Perumusan masalah
Perumusan masalah dalam penulisan ilmiah adalah merupakan suatu pertanyaan pertanyaan yang terkait pada penulisan ilmiah.
1.Jelaskan tentang ilmu pengetahuan ?
2.Jelaskan tentang teknologi?
3.Jelaskan tentang ilmu pengetahuan,teknologi dan nilai ?
4.Jelaskan tentang kemiskinan ?
II.Teori
2.1 Ilmu pengetahuan,teknologi,dan kemiskinan
                       
Ilmu pengetahuan
                Dikalangan ilmuwan ada keseragaman pendapat,bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur yang diperoleh dengan pangkal tumpuan(objek) tertentu dengan sistematis,metodis,rasional/logis,empiris,umum dan akumulatif.Pengertian pengetahuan menurut istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dari teori (epistemology),diantaranya pandangan aristatoles bahwa pengetahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi.Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan  objek yang merupakan bahan dalam penelitian,meliputi objek material sebagai bahan yang menjadi tujuan penelitian bulat dan utuh,serta objekl formal,yaitu sudut pandang yang mengarah kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian.Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dan tindakan.dimulai dengan pengamatan,yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi.kemudian mengolongkan golongkan dengan membuktikan dengan cara berfikir analitis,sintesis,induktif dan deduktif,yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran.
Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan objektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah.Sikap yang bersifat ilmiah itu meliputi empat hal :
1.      Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih, sehingga pengetahuan ilmiah dicapai secara objektif
2.      Selektif, artinya mengadakan pemilihan yang didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada
3.      Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tidak dapat diubah maupun terhadap alat indera dan budi yang digunakan untuk mencapai ilmu
4.      Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori, mapun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian. Namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali. 

Teknologi
Teknologi merupakan pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai dikenal sebelum sains dan teknik.
Menurut Walter Buckingham teknologi adalah ilmu pengetahuan yang diterapkan ke dalam seni industri, oleh karenanya mencakup alat-alat yang memungkinkan terlaksananya efisiensi kerja menurut keragaman kemampuan.
Definisi lain teknologi adalah pemanfaatan ilmu untuk memecahkan suatu masalah dengan cara mengerahkan semua alat yang sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan dan skala nilai yang ada.teknologi dilihat dari status pengetahuan kita yang sekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi produk yang diinginkan( dan pengetahuan kita tentang apa yang bisa diproduksi). Oleh karena itu, kita dapat melihat perubahan teknologi pada saat pengetahuan teknik kita meningkat.
Pengetahuan teknik pada masyarakat kini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
a.       Rasionalitas
Rasionalitas merupakan tindakan spontak oleh teknik yang diubah menjaditindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.
b.      Artifisialitas
Artifisialitas merupakan suatu tindakan yang selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah.
c.       Otomatisme
Otomatisme merupakan suatu organisasi dan rumusan serba otomatis. Demikian pula dengan teknik maupun mengilimkinasikan kegiatan non-teknis menjadi kegiatan teknis.
d.      Teknis berkembang pada suatu kebudayaan
e.       Monisme
Dimana semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung.
f.       Universalisme
Dimana teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan.
g.      Otonomi
Teknik yang berkembang menurut prinsip-prinsip sediri.
1.      Persyaratan Teknis
a.       Memperhatikan kelestarian tata lingkungan hidup, menggunakan sebanyak mungkin bahan baku dan sumber energi setempat dan sesedikit mungkin menggunakan bahan import.
b.      Jumlah produksi harus cukup dan mutu produksi harus diterima oleh pasar yang ada.
c.       Menjamin agar hasil dapat diangkut ke pasaran dan masih dapat dikembangkan, sehingga dapat dihindari kerusakan atas mutu hasil.
d.      Memperlihatkan tersedianya peralatan serta operasi dan perawatannya.

2.      Persyaratan Sosial
a.       Memanfaatkan keterampilan yang sudah ada.
b.      Menjamin timbulnya perluasan lapangan kerja yang dapat terus menerus berkembang.
c.       membatasi sejauh mungkin timbulnya ketegangan sosial dan budaya dengan mengatur agar peningkatan produksi berlangsung dalam batas-batas tertentu sehingga terwujud keseimbangan sosial dan budaya yang dinamis.
d.      Menekan seminimum mungkin pergeseran tenaga kerja yang mengakibatkan bertambahnya pengangguran.

3.      Persyaratan Ekonomik
a.       Membatasi sedikit mungkin kebutuhan modal.
b.      Mengarahkan pemakaian modal agar sesuai dengan rencana pengembangan lokal, regional dan nasional.
c.       Menjamin agar hasil dan keuntungan akan kembali kepada produsen.
d.      Dapat mengarahkan lebih banyak produsen ke arah cara penghitungan ekonomis yang sehat.
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Nilai
Ilmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai atau moral. Hal ini dikarenakan dampaknya dapat dirasakan melalui kebijakan pembangunan yang pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu diperoleh melalui kegiatan metode ilmiah atau epistemologi. Jadi epistemology merupakan pembahasan bagaimana mendapatkan suatu pengetahuan. Sedangkan metode ilmiah adalah suatu kegiatan menyusun tubuh pengetahuan yang bersifat logis, penjabaran hipotesis dengan dedukasi dan verifikasi.
Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkurangnya perhatian terhadap nilai, moral, dan segi kemanusiannya. Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki 3 komponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusunya yaitu :

1.      Ontologis
Hakikat apa yang dikaji oleh pengetahuan, atau objek formal dari suatu pengetahuan. Kaitan ontologis dengan nilai dalam kegiatannya adalah menafsirkan hikayat realitas yang ada
2.      Epistemologis
Pembahasan bagaimana mendapatkan pengetahuan. Epistemologis berkaitan dengan nilai pada saat proses logis, hipotesis, dan verifikasi
3.      Aksiologis
Asas mengunakan ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan. Aksiologis berkaitan dengan nilai dimana ilmu harus digunakan dan dimanfaatkan demi kemaslahatan manusia.

Tujuan ilmu terapan ini adalah untuk membantu manusia dalam memecahkan masalah-masalah manusia. Tindak lanjut dari masalah-masalah seperti (hasil kegiatan ilmu terapan) inilah yang disebut teknologi. Apa pun arah dan kepada siapa diterapkannya teknologi, bergantung dari si penguasa teknologi dan nilai atau norma yang dimilikinya.
Hal tersebut membuktikan bahwa ilmu tidak bebas nilai. Ilmu yang bebas nilai adalah suatu tuntutan yang ditujukan kepada semua kegiatan ilmiiah atas dasar hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. Kaitan ilmu dan teknologi dengan nilai berasal dari ekses penerapan ilmu dan teknologi sendiri. Sikap ilmuwan terbagi menjadi 2 golongan yaitu sebagai berikut:
1.      Golongan yang menyatakan ilmu dan teknologi bersifat netral terhadap nilai-nilai baik secara ontologism maupun aksiologis, dalam penggunaannya tergantung kepada tujuan ilmuwan untuk tujuan baik atau tujuan buruk. Golongan ini berasumsi bahwa kebenaran dijunjung tinggi sebagai nilai, sehingga nilai kemanusian lainnya dikorbankan demi teknologi.
2.      Golongan yang menyatakan ilmu dan teknologi bersifat netral hanya dalam batas-batas metafisik keilmuwan, dalam pengunaan dan penelitian harus berdasarkan asas-asas moral. Golongan ini berasumsi bahwa ilmuwan telah mengetahui ekses-ekses yang terjadi apabila ilmu dan teknologi disalahgunakan.

Kemiskinan
Kemiskinan merupakan kurangnya pendapatan penduduk untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok, seperti sandang, pangan dan papan. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti makan, pakaian, tempat tinggal, dan lain-lain, (Emil Salim, 1982).

Atas dasar ukuran tersebut, maka yang hidup dibawah garis kemiskinan memilikiciri-ciri sebagai berikut:
a.       Tidak memiliki faktor produksi sendiri, seperti tanah, modal, dan sebagainya.
b.      Tidak memiliki kemungkinan untuk memiliki asset produksi.
c.       Tingkat pendidikan yang rendah.
d.      Kebanyakan tinggal di desa.
e.       Banyak yang hidup di kota berusia muda dan tidak mempunyai keterampilan.

Kemiskinan adalah salah satu masalah besar yang dihadapi oleh negara berkembang terutama di Indonesia. Angka nilai kemiskinan dapat menentukan seberapa besar negara menangani masalah ini. Garis kemiskinan dapat menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh 3 hal yaitu :
a.       Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, adat istiadat, dan sistem nilai yang dimiliki
b.      Posisi manusia dalam lingkungan sekitar
c.       Kebutuhan objektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi

Dengan menganut teori fungsional dari statifikasi (Davis), maka kemiskinan memiliki sejumlah fungsi yaitu sebagai berikut:
1.      Fungsi ekonomi
Penyediaan tenaga untuk pekerjaan tertentu, menimbulkan dana sosial, membuka lapangan pekerjaan dan memanfaatkan barang bekas.
2.      Fungsi sosial
Menimbulkan altruism (kebaikan spontan) dan perasaan, sumber imajinasi, sebagai ukuran kemajuan dan merangsang munculnya badan amal.
3.      Fungsi kultural
Sumber inspirasi, dan memperkaya budaya saling mengayomi antar sesame bangsa.
4.      Fungsi politik
Sebagai kelompok gelisah atau masyarakat marginal untuk musuh bersaing bagi kelompok lain.
Kemiskinan menurut pendapat umum dapat dikategorikan ke dalam 3 kelompok, yaitu:
a.       Kemiskinan yang disebabkan aspek badaniah atau mental seseorang. Pada aspek badaniah, biasanya orang tersebut tidak bisa berbuat maksimal sebagaimana manusia lainnya yang sehat jasmani. Sedangkan aspek mental, biasanya mereka disifati oleh sifat malas bekerja dan berusaha secara wajar, sebagaimana manusia lainnya.
b.      Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam. Biasanya pihak pemerintah menempuh dua cara, yaitu memberi pertolongan sementara dengan bantuan secukupnya dan mentransmigrasikan ke tempat hidup yang lebih layak.
c.       Kemiskinan buatan atau kemiskinan struktural. Selain disebabkan oleh keadaan pasrah pada kemiskinan dan memandangnya sebagai nasib dan takdir Tuhan, juga karena struktur ekonomi, sosial dan politik.
III.Analisis dan kesimpulan
Pengertian pengetahuan menurut istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dari teori (epistemology),diantaranya pandangan aristatoles bahwa pengetahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi.Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan  objek yang merupakan bahan dalam penelitian,meliputi objek material sebagai bahan yang menjadi tujuan penelitian bulat dan utuh,serta objekl formal,yaitu sudut pandang yang mengarah kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian.
Teknologi merupakan pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai dikenal sebelum sains dan teknik. Definisi teknologi adalah pemanfaatan ilmu untuk memecahkan suatu masalah dengan cara mengerahkan semua alat yang sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan dan skala nilai yang ada.teknologi dilihat dari status pengetahuan kita yang sekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi produk yang diinginkan( dan pengetahuan kita tentang apa yang bisa diproduksi). Ilmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai atau moral. Hal ini dikarenakan dampaknya dapat dirasakan melalui kebijakan pembangunan yang pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemiskinan merupakan kurangnya pendapatan penduduk untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok, seperti sandang, pangan dan papan. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti makan, pakaian, tempat tinggal, dan lain-lain.
IV.Referensi
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab8-ilmu_pengetahuan_teknologi_dan_kemiskinan.pdf rada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti makan, pakaian, tempat tinggal, dan lain-lain.

IV.Referensi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar