Senin, 25 Januari 2016

tugas ilmu sosial dasar Pertentangan sosial dan intgerasi masyarakat

Tugas ilmu sosial dasar bab 8 Pertentangan sosial dan intgerasi masyarakat
Nama : Rezky Ardian Sepputra
Kelas : 2ID14
Npm : 39414203
Tugas ilmu sosial dasar
Pertentangtan sosial dan integrasi masyarakat
I.Pendahuluan

1.1    Latar belakang
Hidup bermasyarakat adalah hidup dengan berhubungan baik antara individu,kelompok ataupun golongan.Hidup bermasyarakat juga berarti kehidupan dinamis dimana setiap anggota satu dan lainnya harus saling memberi dan menerima
Kepentingan adalah suatu hal yang sangat diperlukan oleh sesorang. Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya.
Kepentingan ini sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri, jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka ia akan merasakan kepuasan dan sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbilkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.
         Diskriminasi adalah suatu hal yang berupa pengucilan, perbedaan, dan pelecehan terhadap sesorang yang  biasanya menyinggung tentang ras, agama dan budaya.
Etnosentrisme yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan diepergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain.
1.2    Perumusan masalah
Perumusan masalah dalam penulisan ilmiah adalah merupakan suatu pertanyaan pertanyaan yang terkait pada penulisan ilmiah.
1.Jelaskan tentang perbedaan kepentingan ?
2.Jelaskan tentang prasangka diskriminasi dan ethosentris ?
3.Jelaskan tentang pertentangan sosial ketegangan dalam masyarakat?
4.Jelaskan tentang golongan-golongan yang berbeda dan integrasi sosial ?
5.Apa yang dimaksud dengan integrasi internasional?
II.Teori
2.1 Pertentangan sosial dan integrasi masyarakat
Perbedaan Kepentingan
Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya sebuah tingkah laku yang dilakukan oleh individu. Individu bertingkah laku dikarenakan  adanya suatu dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini bersifat esensial bagi kelangsungan hidup individu sendiri, apabila  individu berhasil dapat emenuhi kepentingannya, maka individu itu pun  akan merasakan suatu kepuasan dan sebaliknya apabila individu mengalami kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbulkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.
Oleh karena individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohani, maka dengan sendirinya timbul perbedaan individu dalam hal kepentingannya.

Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa :
      1.     Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang
      2.    Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri
      3.    Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama
      4.    Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi
      5.    Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain
Prasangka Diskriminasi dan Entnosentris
      Prasangka menunjukkan pada aspek sikap sedangkan diskriminasi pada tindakan. Menurut Morgan (1966) sikap adalah kecenderungan untuk merespon baik secara positif atau negarif terhadap orang, obyek atau situasi. Sikap seseorang baru dapat diketahui setelah ia bertindak atau beringkah laku. Oleh karena itu, bisa saja bahwa sikap bertentangan dengan tingkah laku atau tindakan. Jadi prasangka merupakan kecenderungan yang tidak nampak, dan sebagai tindak lanjutnya timbul tindakan, aksi yang sifatnya realistis. Dengan demikian diskriminatif merupakan tindakan yang relaistis, sedangkan prsangka tidak realistis dan hanya diketahui oleh diri individu masing-masing.
      Prasangka ini sebagian besar sifatnya apriori, mendahului pengalaman sendiri (tidak berdasarkan pengalaman sendiri), karena merupakan hasil peniruan atau pengoperan langsung pola orang lain. Prasangka bisa diartikan suatu sikap yang telampau tergesa-gesa, berdasarkan generalisasi yang terlampau cepat, sifat berat sebelah, dan dibarengi proses simplifikasi (terlalu menyederhanakan) terhadap sesuatu realita. Dalam kehidupan sehari-hari prasangka ini banyak dimuati emosi-emosi atau unsur efektif yang kuat.
      Prasangka diskriminasi ini terjadi karena beberapa sebab. Sebab-Sebab Timbulnya Prasangka dan Diskriminasi antara lain :
1.Berlatar belakang sejarah. Orang-orang kulit putih di Amerika Serikat berprasangka negatif terhadap orang-orang Negro, berlatar belakang pada sejarah masa lampau, bahwa orang-orang kulit putih sebagai tuan dan orang-orang Negro berstatus sebagai budak.
2.Dilatar-belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional. Harta kekayaan orang-orang kaya baru, diprasangkai bahwa harta-harta itu didapat dari usaha-usaha yang tidak halal. Antara lain dari usaha korupsi dan penyalahgunaan wewenang sebagai pejabat dan lain sebagainya.
3.Bersumber dari faktor kepribadian.
4.Berlatar belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama.
 Untuk mengurangi atau menghilangkan prasangka dan diskriminasi perlu dilakukan beberapa usaha. Usaha-Usaha mengurangi atau menghilangkan prasangka dan diskriminasi antara lain :
- Perbaikan kondisi sosial ekonomi.
- Perluasan kesempatan belajar.
- Sikap terbuka dan sikap lapang.
Etnosentris yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nillai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagai suatu prima, terbaik, mutlak, dan dipergunakannya sebagai tolak ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain. Etnosentris merupakan kencenderungan tak sadar untuk menginterpretasikkan atau menilai kelompok lain dengan tolak ukur kebudayaannya sendiri. Etnosentrisme ini dapat menyebabkan kesalah pahaman dalam berkomunikasi.
 Usaha-usaha mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminasi :
1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi 
2. Perluasan kesempatan belajar 
3. Sikap terbuka dan sikap lapang 
beberapa bentuk akomodatif yang dapat mengurangi konflik sebagai akibat dari prasangka, yaitu melalui empat sistem, diantaranya ialah :
1. Sistem budaya seperti nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945
2. Sistem sosial seperti kolektiva-kolektiva sosial dalam segala bidang
3. sistem kepribadian yang terwujud sebagai pola-pola penglihatan (persepsi), perasaan (cathexis), pola-pola penilaian yang dianggap pola-pola keindonesiaan, dan
4. Sistem Organik jasmaniah, di mana nasionalime tidak didasarkan atas persamaan ras

Pertentangan Sosial ketegangan dalam masyarakat

Dengan cara berpegang pada sebuah prinsip bahwa tingkah laku atau sikap individu merupakan cara di dalam masyarakat pada hakikatnya  merupakan sebuah manifestasi pemenuhan dari kepentingan individu itu sendiri.
Secara psikologis dikenal dibagi menjadi dua jenis kepentingan dalam diri individu yaitu kepentingan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan sosial/psikologis.
Oleh sebab itu individu mempunyai  sebuah rti bahwa tidak akan ada dua orang individu yang sama persis yang terdapat pada kepribadiannya ,jasmani maupun rohani, maka oleh sebab itu akan timbul dengan sendirinya sebuah perbedaan untuk hal kepentingan tertentu . Perbedaan-perbedaan tersebut secara garis besar disebabkan oleh 2 faktor, yaitu faktor pembawaan (Hereditas) dan faktor lingkungan sosial sebagai komponen utama bagi terbentuknya keunikanindividu. Perbedaan pembawaan akan memungkinkan perbedaan individu dalam hal kepentingannya meskipun dengan lingkungan yang sama. Sebaliknya lingkungan yang berbeda akan memungkinkan timbulnya perbedaan individu dalam hal kepentingan meskipun pembawaannya sama.alat dalam memenuhi kepentingannya, maka kegiatan yang dilakukannya
Konflik (pertentangan) mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dasar konflik berbeda-beda. Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan cirri-ciri dari situasi konflik yaitu :
-Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau baigan-bagianyang terlibat didalam konflik
-Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan, masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan-gagasan
-Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.
Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengannya, misalnya kebencian atau permusuhan. Konflik dapat terjadi paa lingkungan yang paling kecil yaitu individu,sampai kepada lingkungan yang luas yaitu masyarakat.
-Pada taraf di dalam diri seseorang, konflik menunjuk kepada adanya pertentangan, ketidakpastian, atau emosi emosi dan dorongan yang antagonistic didalam diri seseorang
-Pada taraf kelompok, konflik ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalam diri individu, dari perbedaan-perbedaan pada para anggota kelompok dalam tujuan-tujuan, nilai-nilai, dan norma-norma, motivasi-motivasi mereka untuk menjadi anggota kelompok, serta minat mereka.
Adapun cara-cara pemecahan konflik tersebut adalah :
Elimination yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang telibat dalam konflik yang diungkapkan dengan : kami mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami sendiri.
Subjugation atau domination, artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya. Majority Rule artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi.

Golongan-golongan yang berbeda dan integrasi sosial
Masyarakat Indonesia dikategorikan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia. Masyarakat majemuk sendiri dipersatukan oleh suatu sistem nasional yang mengintegrasikannya melalui elemen-elemen pemerintahan , politik, ekonomi, dan sosial. Aspek-aspek dari kemasyarakatan tersebut yaitu :
-Suku Bangsa dan Kebudayaan,
-Agama,
-Bahasa,
-Nasional Indonesia.
      Masalah besar yang dihadapi Indonesia setelah merdeka adalah integrasi diantara masyarakat yang majemuk. Integrasi bukan peleburan, tetapi keserasian persatuan. Masyarakat majemuk tetap berada pada kemajemukkannya, mereka dapat hidup serasi berdampingan (Bhineka Tunggal Ika), berbeda-beda tetapi merupakan kesatuan. Adapun hal-hal yang dapat menjadi penghambat dalam integrasi:
-Tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya
-Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antar warga negara Indonesia asli dengan keturunan.
-Agama, sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan
-Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan tertentu
Integrasi Sosial adalah merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial,ras, etnik, agama, bahasa, nilai, dan norma. Syarat terjadinya integrasi sosial antara lain:
1.Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan mereka
2.Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan bersama mengenai norma dan nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman
3.Nilai dan norma berlaku lama dan tidak berubah serta dijalankan secara konsisten.
Integrasi Internasional
Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi.
Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing. Integrasi memiliki 2 pengertian, yaitu :
-Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu
-Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu.
III.Analisis dan kesimpulan
Kesimpulannya adalah Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya sebuah tingkah laku yang dilakukan oleh individu. Individu bertingkah laku dikarenakan  adanya suatu dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini bersifat esensial bagi kelangsungan hidup individu sendiri, apabila  individu berhasil dapat emenuhi kepentingannya, maka individu itu pun  akan merasakan suatu kepuasan dan sebaliknya apabila individu mengalami kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbulkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.Prasangka ini sebagian besar sifatnya apriori, mendahului pengalaman sendiri (tidak berdasarkan pengalaman sendiri), karena merupakan hasil peniruan atau pengoperan langsung pola orang lain. Prasangka bisa diartikan suatu sikap yang telampau tergesa-gesa, berdasarkan generalisasi yang terlampau cepat, sifat berat sebelah, dan dibarengi proses simplifikasi (terlalu menyederhanakan) terhadap sesuatu realita. Dalam kehidupan sehari-hari prasangka ini banyak dimuati emosi-emosi atau unsur efektif yang kuat.Secara psikologis dikenal dibagi menjadi dua jenis kepentingan dalam diri individu yaitu kepentingan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan sosial/psikologis.
Oleh sebab itu individu mempunyai  sebuah rti bahwa tidak akan ada dua orang individu yang sama persis yang terdapat pada kepribadiannya ,jasmani maupun rohani, maka oleh sebab itu akan timbul dengan sendirinya sebuah perbedaan untuk hal kepentingan tertentu . Perbedaan-perbedaan tersebut secara garis besar disebabkan oleh 2 faktor, yaitu faktor pembawaan (Hereditas) dan faktor lingkungan sosial sebagai komponen utama bagi terbentuknya keunikanindividu. Perbedaan pembawaan akan memungkinkan perbedaan individu dalam hal kepentingannya meskipun dengan lingkungan yang sama.Masyarakat Indonesia dikategorikan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia. Masyarakat majemuk sendiri dipersatukan oleh suatu sistem nasional yang mengintegrasikannya melalui elemen-elemen pemerintahan , politik, ekonomi, dan sosial. Aspek-aspek dari kemasyarakatan.Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi.
IV.Referensi
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab10-prasangka_diskriminasi_dan_etnosentrisme.pdf
elearning.gunadarma.ac.id

http://tyaskartika.blogspot.co.id/2010/12/pertentangan-sosial-dan-integrasi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar