Tugas ilmu
sosial dasar bab 8 Pertentangan sosial dan intgerasi masyarakat
Nama : Rezky Ardian Sepputra
Kelas : 2ID14
Npm : 39414203
Tugas ilmu sosial dasar
Pertentangtan
sosial dan integrasi masyarakat
I.Pendahuluan
1.1 Latar belakang
Hidup
bermasyarakat adalah hidup dengan berhubungan baik antara individu,kelompok
ataupun golongan.Hidup bermasyarakat juga berarti kehidupan dinamis dimana
setiap anggota satu dan lainnya harus saling memberi dan menerima
Kepentingan
adalah suatu hal yang sangat diperlukan oleh sesorang. Kepentingan
merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku
karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya.
Kepentingan
ini sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri, jika
individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka ia akan merasakan kepuasan dan
sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbilkan masalah baik
bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.
Diskriminasi adalah suatu hal yang
berupa pengucilan, perbedaan, dan pelecehan terhadap sesorang
yang biasanya menyinggung tentang ras, agama dan budaya.
Etnosentrisme
yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma
kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan
diepergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan
kebudayaan lain.
1.2 Perumusan masalah
Perumusan masalah dalam
penulisan ilmiah adalah merupakan suatu pertanyaan pertanyaan yang terkait pada
penulisan ilmiah.
1.Jelaskan tentang perbedaan
kepentingan ?
2.Jelaskan tentang prasangka
diskriminasi dan ethosentris ?
3.Jelaskan tentang
pertentangan sosial ketegangan dalam masyarakat?
4.Jelaskan tentang
golongan-golongan yang berbeda dan integrasi sosial ?
5.Apa yang dimaksud dengan
integrasi internasional?
II.Teori
2.1 Pertentangan
sosial dan integrasi masyarakat
Perbedaan Kepentingan
Kepentingan
merupakan dasar dari timbulnya sebuah tingkah laku yang dilakukan oleh individu.
Individu bertingkah laku dikarenakan adanya suatu dorongan untuk memenuhi kepentingannya.
Kepentingan ini bersifat esensial bagi kelangsungan hidup individu sendiri, apabila
individu berhasil dapat emenuhi
kepentingannya, maka individu itu pun akan merasakan suatu kepuasan dan sebaliknya apabila
individu mengalami kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbulkan
masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.
Oleh karena individu mengandung arti bahwa tidak ada dua
orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun
rohani, maka dengan sendirinya timbul perbedaan individu dalam hal
kepentingannya.
Perbedaan kepentingan itu antara lain
berupa :
1. Kepentingan individu untuk memperoleh
kasih sayang
2. Kepentingan individu untuk memperoleh
harga diri
3. Kepentingan individu untuk memperoleh
penghargaan yang sama
4. Kepentingan individu untuk memperoleh
prestasi dan posisi
5. Kepentingan individu untuk dibutuhkan
orang lain
Prasangka
Diskriminasi dan Entnosentris
Prasangka menunjukkan pada aspek sikap
sedangkan diskriminasi pada tindakan. Menurut Morgan (1966) sikap adalah
kecenderungan untuk merespon baik secara positif atau negarif terhadap orang,
obyek atau situasi. Sikap seseorang baru dapat diketahui setelah ia bertindak
atau beringkah laku. Oleh karena itu, bisa saja bahwa sikap bertentangan dengan
tingkah laku atau tindakan. Jadi prasangka merupakan kecenderungan yang tidak
nampak, dan sebagai tindak lanjutnya timbul tindakan, aksi yang sifatnya
realistis. Dengan demikian diskriminatif merupakan tindakan yang relaistis,
sedangkan prsangka tidak realistis dan hanya diketahui oleh diri individu
masing-masing.
Prasangka
ini sebagian besar sifatnya apriori, mendahului pengalaman sendiri (tidak
berdasarkan pengalaman sendiri), karena merupakan hasil peniruan atau
pengoperan langsung pola orang lain. Prasangka bisa diartikan suatu sikap yang
telampau tergesa-gesa, berdasarkan generalisasi yang terlampau cepat, sifat
berat sebelah, dan dibarengi proses simplifikasi (terlalu menyederhanakan)
terhadap sesuatu realita. Dalam kehidupan sehari-hari prasangka ini banyak
dimuati emosi-emosi atau unsur efektif yang kuat.
Prasangka
diskriminasi ini terjadi karena beberapa sebab. Sebab-Sebab Timbulnya Prasangka
dan Diskriminasi antara lain :
1.Berlatar
belakang sejarah. Orang-orang kulit putih di Amerika Serikat berprasangka
negatif terhadap orang-orang Negro, berlatar belakang pada sejarah masa lampau,
bahwa orang-orang kulit putih sebagai tuan dan orang-orang Negro berstatus
sebagai budak.
2.Dilatar-belakangi
oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional. Harta kekayaan orang-orang
kaya baru, diprasangkai bahwa harta-harta itu didapat dari usaha-usaha yang
tidak halal. Antara lain dari usaha korupsi dan penyalahgunaan wewenang sebagai
pejabat dan lain sebagainya.
3.Bersumber
dari faktor kepribadian.
4.Berlatar
belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama.
Untuk
mengurangi atau menghilangkan prasangka dan diskriminasi perlu dilakukan
beberapa usaha. Usaha-Usaha mengurangi atau menghilangkan prasangka dan
diskriminasi antara lain :
- Perbaikan kondisi sosial
ekonomi.
- Perluasan kesempatan
belajar.
- Sikap terbuka dan sikap
lapang.
Etnosentris yaitu suatu
kecenderungan yang menganggap nillai-nilai dan norma-norma kebudayaannya
sendiri sebagai suatu prima, terbaik, mutlak, dan dipergunakannya sebagai tolak
ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain. Etnosentris
merupakan kencenderungan tak sadar untuk menginterpretasikkan atau menilai
kelompok lain dengan tolak ukur kebudayaannya sendiri. Etnosentrisme ini dapat
menyebabkan kesalah pahaman dalam berkomunikasi.
Usaha-usaha mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminasi :
1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi
2. Perluasan kesempatan belajar
3. Sikap terbuka dan sikap lapang
beberapa bentuk akomodatif yang dapat mengurangi konflik sebagai akibat dari prasangka, yaitu melalui empat sistem, diantaranya ialah :
1. Sistem budaya seperti nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945
2. Sistem sosial seperti kolektiva-kolektiva sosial dalam segala bidang
3. sistem kepribadian yang terwujud sebagai pola-pola penglihatan (persepsi), perasaan (cathexis), pola-pola penilaian yang dianggap pola-pola keindonesiaan, dan
4. Sistem Organik jasmaniah, di mana nasionalime tidak didasarkan atas persamaan ras
Usaha-usaha mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminasi :
1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi
2. Perluasan kesempatan belajar
3. Sikap terbuka dan sikap lapang
beberapa bentuk akomodatif yang dapat mengurangi konflik sebagai akibat dari prasangka, yaitu melalui empat sistem, diantaranya ialah :
1. Sistem budaya seperti nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945
2. Sistem sosial seperti kolektiva-kolektiva sosial dalam segala bidang
3. sistem kepribadian yang terwujud sebagai pola-pola penglihatan (persepsi), perasaan (cathexis), pola-pola penilaian yang dianggap pola-pola keindonesiaan, dan
4. Sistem Organik jasmaniah, di mana nasionalime tidak didasarkan atas persamaan ras
Pertentangan Sosial ketegangan dalam masyarakat
Dengan cara berpegang
pada sebuah prinsip bahwa tingkah laku atau sikap individu merupakan cara di dalam
masyarakat pada hakikatnya merupakan sebuah
manifestasi pemenuhan dari kepentingan individu itu sendiri.
Secara
psikologis dikenal dibagi menjadi dua jenis kepentingan dalam diri individu
yaitu kepentingan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan
sosial/psikologis.
Oleh sebab
itu individu mempunyai sebuah rti bahwa
tidak akan ada dua orang individu yang sama persis yang terdapat pada
kepribadiannya ,jasmani maupun rohani, maka oleh sebab itu akan timbul dengan
sendirinya sebuah perbedaan untuk hal kepentingan tertentu .
Perbedaan-perbedaan tersebut secara garis besar disebabkan oleh 2 faktor, yaitu
faktor pembawaan (Hereditas) dan faktor lingkungan sosial sebagai komponen
utama bagi terbentuknya keunikanindividu. Perbedaan pembawaan akan memungkinkan
perbedaan individu dalam hal kepentingannya meskipun dengan lingkungan yang
sama. Sebaliknya lingkungan yang berbeda akan memungkinkan timbulnya perbedaan
individu dalam hal kepentingan meskipun pembawaannya sama.alat dalam memenuhi
kepentingannya, maka kegiatan yang dilakukannya
Konflik (pertentangan) mengandung
suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan
orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dasar
konflik berbeda-beda. Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan cirri-ciri dari
situasi konflik yaitu :
-Terdapatnya dua atau
lebih unit-unit atau baigan-bagianyang terlibat didalam konflik
-Unit-unit tersebut
mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan-kebutuhan,
tujuan-tujuan, masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun
gagasan-gagasan
-Terdapatnya
interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.
Konflik merupakan suatu tingkah laku
yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengannya,
misalnya kebencian atau permusuhan. Konflik dapat terjadi paa lingkungan yang
paling kecil yaitu individu,sampai kepada lingkungan yang luas yaitu
masyarakat.
-Pada taraf di dalam
diri seseorang, konflik menunjuk kepada adanya pertentangan, ketidakpastian,
atau emosi emosi dan dorongan yang antagonistic didalam diri seseorang
-Pada taraf kelompok,
konflik ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalam diri individu, dari
perbedaan-perbedaan pada para anggota kelompok dalam tujuan-tujuan,
nilai-nilai, dan norma-norma, motivasi-motivasi mereka untuk menjadi anggota
kelompok, serta minat mereka.
Adapun cara-cara pemecahan konflik tersebut adalah :
Elimination
yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang telibat dalam konflik yang
diungkapkan dengan : kami mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami
membentuk kelompok kami sendiri.
Subjugation
atau domination, artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar
dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya. Majority Rule artinya
suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa
mempertimbangkan argumentasi.
Golongan-golongan yang berbeda dan
integrasi sosial
Masyarakat
Indonesia dikategorikan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai
suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang
berwujudkan Negara Indonesia. Masyarakat majemuk sendiri dipersatukan oleh suatu
sistem nasional yang mengintegrasikannya melalui elemen-elemen pemerintahan ,
politik, ekonomi, dan sosial. Aspek-aspek dari kemasyarakatan tersebut
yaitu :
-Suku
Bangsa dan Kebudayaan,
-Agama,
-Bahasa,
-Nasional
Indonesia.
Masalah
besar yang dihadapi Indonesia setelah merdeka adalah integrasi diantara
masyarakat yang majemuk. Integrasi bukan peleburan, tetapi keserasian
persatuan. Masyarakat majemuk tetap berada pada kemajemukkannya, mereka dapat
hidup serasi berdampingan (Bhineka Tunggal Ika), berbeda-beda tetapi merupakan
kesatuan. Adapun hal-hal yang dapat menjadi penghambat dalam integrasi:
-Tuntutan
penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya
-Isu
asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antar warga
negara Indonesia asli dengan keturunan.
-Agama,
sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan
-Prasangka
yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan tertentu
Integrasi Sosial adalah merupakan proses penyesuaian unsur-unsur
yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Unsur yang berbeda
tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial,ras, etnik, agama, bahasa, nilai,
dan norma. Syarat terjadinya integrasi sosial antara lain:
1.Anggota
masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan mereka
2.Masyarakat
berhasil menciptakan kesepakatan bersama mengenai norma dan nilai sosial yang
dilestarikan dan dijadikan pedoman
3.Nilai
dan norma berlaku lama dan tidak berubah serta dijalankan secara konsisten.
Integrasi Internasional
Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang
berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi sosial dimaknai sebagai proses
penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan
masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki
keserasian fungsi.
Definisi lain mengenai integrasi
adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap
komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap
mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing. Integrasi memiliki 2
pengertian, yaitu :
-Pengendalian
terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem
sosial tertentu
-Membuat suatu
keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu.
III.Analisis dan kesimpulan
Kesimpulannya adalah Kepentingan merupakan
dasar dari timbulnya sebuah tingkah laku yang dilakukan oleh individu. Individu
bertingkah laku dikarenakan adanya suatu
dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini bersifat esensial bagi kelangsungan
hidup individu sendiri, apabila individu
berhasil dapat emenuhi kepentingannya, maka individu itu pun akan merasakan suatu kepuasan dan sebaliknya apabila
individu mengalami kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbulkan
masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.Prasangka ini sebagian
besar sifatnya apriori, mendahului pengalaman sendiri (tidak berdasarkan
pengalaman sendiri), karena merupakan hasil peniruan atau pengoperan langsung
pola orang lain. Prasangka bisa diartikan suatu sikap yang telampau
tergesa-gesa, berdasarkan generalisasi yang terlampau cepat, sifat berat
sebelah, dan dibarengi proses simplifikasi (terlalu menyederhanakan) terhadap
sesuatu realita. Dalam kehidupan sehari-hari prasangka ini banyak dimuati
emosi-emosi atau unsur efektif yang kuat.Secara psikologis dikenal dibagi
menjadi dua jenis kepentingan dalam diri individu yaitu kepentingan untuk
memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan sosial/psikologis.
Oleh sebab itu individu mempunyai sebuah rti bahwa tidak akan ada dua orang
individu yang sama persis yang terdapat pada kepribadiannya ,jasmani maupun
rohani, maka oleh sebab itu akan timbul dengan sendirinya sebuah perbedaan
untuk hal kepentingan tertentu . Perbedaan-perbedaan tersebut secara garis
besar disebabkan oleh 2 faktor, yaitu faktor pembawaan (Hereditas) dan faktor
lingkungan sosial sebagai komponen utama bagi terbentuknya keunikanindividu.
Perbedaan pembawaan akan memungkinkan perbedaan individu dalam hal
kepentingannya meskipun dengan lingkungan yang sama.Masyarakat Indonesia dikategorikan sebagai
masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial
yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia.
Masyarakat majemuk sendiri dipersatukan oleh suatu sistem nasional yang mengintegrasikannya
melalui elemen-elemen pemerintahan , politik, ekonomi, dan sosial. Aspek-aspek
dari kemasyarakatan.Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang
berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi sosial dimaknai sebagai proses
penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan
masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki
keserasian fungsi.
IV.Referensi
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab10-prasangka_diskriminasi_dan_etnosentrisme.pdf
elearning.gunadarma.ac.id
http://tyaskartika.blogspot.co.id/2010/12/pertentangan-sosial-dan-integrasi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar