Materi
9. Berbagai Jenis Profesi bidang teknik mesin dan sertifikasi profesi
1.
Profesi di berbagai bidang industri serta sertifikat keahlian
Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi
mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya.
Daftar karakteristik ini tidak memuat semua karakteristik yang pernah
diterapkan pada profesi, juga tidak semua ciri ini berlaku dalam setiap
profesi. Keterampilan yang mendasar pada pengetahuan teoritis. Profesional
diasumsikan mempunyai pengetahuan teoritis yang ekstensif dan memiliki
keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan pada
praktik.
Dalam
setiap kampus yang memiliki banyak jurusan pasti mempunyai karakteristik dan
spesifikasi dalam cara mengajar. Pembahasan ini khusus membahas tentang jurusan
teknik industri. Teknik Industri merupakan suatu disiplin ilmu gabungan
dari ilmu keteknikan dan ilmu manajemen yang mempelajari tentang perancangan,
penginstalan, dan perbaikan serta pengembangan suatu sistem yang integral yang
terdiri dari manusia, material, peralatan, energi, dan informasi agar tercapai
prosedur operasi/kerja sistem yang efektif dan efisien. Jadi dapat dikatakan pula
Teknik Industri merupakan ilmu yang menjembatani antara ilmu keteknikan dan
ilmu sosial.
Teknik Industri merupakan gabungan dari ilmu matematika, fisika,
pengetahuan teknik dan aktivitas bisnis seperti system pemasaran, keuangan,
pengembangan sumber daya manusia dan lain-lain, yang fundamental dengan
prinsip-prinsip dan metode-metode dari desain dan analisis keteknikan.
Meskipun
merupakan gabungan dari beberapa disiplin ilmu, tetapi Teknik Industri tetap
berakar pada keilmuan teknik yaitu proses perancangan (design). Obyek yang
dirancang dalam Teknik Industri adalah sebuah sistem, bukan sesuatu yang
konkret seperti jembatan, gedung, pesawat terbang, atau yang lain. Pada
dasarnya, ilmu Teknik Industri dapat dibagi ke dalam tiga bidang keahlian,
yaitu :
1. Sistem
Manufaktur. Bidang ini memanfaatkan pendekatan Teknik Industri untuk
peningkatan kualitas, produktivitas, dan efisiensi sistem integral (manusia,
mesin, material, energi, dan informasi) melalui proses perancangan,
perencanaan, pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan
menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya.
2. Bidang
keahlian Manajemen Industri. Bidang ini cenderung bergerak ke arah
persoalan-persoalan yang bersifat makro dan strategis. Persoalan yang dihadapi
seringkali sudah tidak ada lagi bersangkut-paut dengan problem yang timbul di
lini produksi (sistem produksi) ataupun manajemen produksi/industri; melainkan
sudah beranjak ke persoalan diluar dinding-dinding pabrik.
3. Bidang
keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi. Bidang ini memanfaatkan pendekatan
Teknik Industri untuk meningkatkan daya saing sistem integral (tenaga kerja,
bahan baku, energi, informasi, teknologi, dan infrastruktur) yang berinteraksi
dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah.
Prospek
seorang lulusan teknik industri sangatlah luas. Beberapa bidang yang bisa dimasuki
oleh lulusan teknik industri adalah sebagai berikut:
1. Bidang
produksi/ operasi dan penjaminan mutu
2. Bidang
teknologi informasi
3. Bidang
pemasaran/manajemen bisnis
4. Bidang
industri manufaktur
5. Bidang
konsultasi manajemen
6. Bidang
manajemen sumber daya manusia
7. Bidang
pendidikan (dosen/peneliti)
Deksripsi
kerja teknik industri yang lainnya adalah memastikan jalannya produksi dan
operasi secara efisien dan efektif hingga mendapatkan sebuah sistem produksi
atau operasi yang terbaik (excellence). Ini mencakup (walaupun tidak terbatas
pada):
evaluasi
standard waktu kerja: Berapa waktu sesungguhnya dalam mengerjakan suatu urutan
pekerjaan yang normal, dengan menyeimbangkan antara kemampuan manusia normal dg
tuntutan organisasi.
merancang
bagaimana cara kerja manual terbaik: bagaimana memastikan sebuah desain kerja
dapat mengoptimalkan kemampuan manusia dan hukum alam – memanfaatkan gravitasi
misalnya.
merancang
dan memperbaiki layout baik dari pabrik maupun stasiun kerja: Bagaimana susunan
dan urutan fasilitas kerja terbaik sehingga aliran barang atau proses bisa
berjalan dengan tanpa hambatan atau berbelit-belit sehingga memakan waktu yang
berharga. Facility Layout and Plant Designer
penyusunan
jadwal produksi dan pengadaan/pembelian dari setiap seluruh fasilitas produksi
serta bagaimana menyimpannya: untuk memastikan bebas hambatannya proses
produksi, tentunya anda harus memperhatikan bahwa semua material utama dan
pendukung harus tersedia ketika produksi dilakukan. Jangan seperti masak di
dapur untuk nasi goreng, ketika sudah mulai ternyata nasinya nggak cukup (atau
masih dalam bentuk beras) – PPIC Officer/Manager – PPIC: Production
Planing and Inventory Control.
menjaga
tingkat operasi dari setiap sumber daya (mesin, peralatan dsb) dalam
kondisi optimal melalui manajemen pemeliharaan: (Maintenance Officer/Manager)
menjamin
mutu produk yang berasal dari mutu proses yang baik: (QA (Quality
Assurance) Officer/Director)
Hal-hal
diatas menjadi sebuah pekerjaan, yang hampir dapat dikatakan rutin, harus
dilakukan dengan kecepatan perubahan produk yang saat ini terjadi. Dulu untuk
merubah sebuah produk kita membutuhkan waktu 3-5 tahun, sekarang untuk
produk-produk tertentu yang sarat dengan teknologi (HP/Mobile Phone), kita
perlu mengubahnya dalam hitungan 1-2 tahun bahkan bulanan. Bayangkan anda harus
memproduksi ribuan dan jutaan produk yang lama tetapi sudah mulai memproduksi
ribuan produk baru dalam sebuah fasilitas produksi. Toyota terkenal dengan
kemampuannya untuk memproduksi beberapa produk sekaligus dalam satu fasilitas.
Artinya mobil kijang, corolla, dan lainnya, dirancang sedemikian rupa untuk
menggunakan fasilitas yang sama.
Melebar
ke Jasa. Tetapi seiring dengan kebutuhan akan hal yang sama terhadap
efisiensi dan efektivitas dibidang industri lainnya, termasuk industri jasa,
maka semakin berkembang pulalah ruang lingkup kerja Teknik Industri. Saat ini
dari penelusuran yang dilakukan kepada para lulusan TI-UI, diketahui mereka
lebih banyak bekerja di sektor jasa dibandingkan manufaktur. Hal ini
diakibatkan memang kebutuhan akan efisiensi dan efektivitas ternyata tidak
hanya dituntut di industri manufaktur, tetapi juga industri jasa.
Jabatan
yang sering diambil menyangkut QA (Quality Assurance), Business Excellence
Team, Standard and Procedure Development Officers, dan Pemasaran, Operations
Officer hingga Directors – (Kata Operations menggantikan kata Productions karena
dalam dunia jasa memproduksi jasa merupakan sebuah konsep operasi). Mereka
terserap di perbankan, stasiun televisi, telekomunikasi, teknologi informasi,
pemerintahan, konsultan, asuransi, energi, rumah sakit, pendidikan dan
sebagainya.
Kembali,
kebutuhan akan efisiensi dan efektivitas sebenarnya ada disemua sektor
industri. Kata industri bahkan diletakkan untuk menjelaskan industri
pendidikan, industri pariwisata dan industri telekomunikasi. Tergantung dari
para alumni teknik industri untuk mendefinisikan dan menterjemahkan kemampuan
mereka untuk bekerja multisistem, multifungsi dan multipendekatan terhadap
sektor-sektor industri baru. Saya sudah mengimplementasikan pendekatan dan ilmu
teknik industri di bidang pemerintahan (yang paling sering dituding tidak
efisien dan efektif) dan rumah sakit. Di negara referensi Teknik Industri,
Amerika, melalui lembaga profesi Institute of Industrial Engineers – www.iienet.org,
terlihat bahwa alumni TI disana dibagi menjadi beberapa perkumpulan mencakup
perkumpulan sistem kesehatan (SHS – Society of Health Systems), SEMS (Society
of Engineering and Management Science), Engineering Economy,Quality and
Reliability Management, Operations Excellence dan lainnya.
Meskipun
tidak bisa disama ratakan, nmun pada dasarnya ada beberapa fungsi perusahaan
yang ditunjukkan dalam struktur organisasi perusahaan yang harus ada. Mengingat
posisi tersebut memiliku peran penting dalam proses berjalannya sebuah
organisasi perusahaan. Salah satu gambaran struktur organisasi perusahaan
diantaranya adalah sebagai berikut
1. General Manager
Dalam
sebuah perusahaan tugas dari general manajer adalah memimpin perusahaan. Selain
itu, seorang general manajer memiliki tanggung jawab pada keseluruhan sistem
yang berjalan dalah sebuah perusahaan. Dalam melaksanakan fungsinya general
manager akan dibantu oleh beberapa manajer yang memiliki fungsi spesialisasi.
2 Direktur / Division
Tugasnya
adlah memimpin bagian khusus dalam perusahaan serta melakukan koordinasi antar
divisi dan memberikan laporan kepada general manajer. Setiap bagian tidak
memiliki garis komando lintas divisi. Sehingga hanya bisa mengambil kebijakan
pada masing-masing divisi. Seperti pada divisi marketing, tidak bisa memberikan
intervensi kepada divisi keuangan. Yang bisa dilakukan adlah memberikan
informasi dan memasukkan yang dibutuhkan pada bagian lain.
3. General
Affair
Merupakan
bagian divisi yang bertugas untuk menyediakan segala kebutuhan dan perlengkapan
guna menunjang aktivitas perusahaan. Seperti untuk mengurusi masalah seragam
karyawan, mobil dinas, mess karyawan, pemeliharaan lingkungan kantor atau juga
memilih mitra kesehatan dengan perusahaan.
4. Personalia
Departement
Divisi
ini memiliki tugas untuk menjaga kualitas sumber daya manusia perusahaan.
Prosesnya dimulai dari masa perkerutan, penggantian jabatan, promosi dan mutasi
karyawan, penilaian kinerja, pemberian penghargaan serta menjaga kinerja
karyawan.
5. Accounting
Departement
Merupakan
departemen yang bertugas untuk mencatata serta mengatur masalah keuangan
perusahaan. Divisi ini juga bertugas untuk mengadakan audit atas kinerja yang
sudah dilakukan divisi lain, guna menghindari terjadinya penyalahgunaan
khususnya dibidang keuangan, termasuk mengontrol keseimbangan keuangan
perusahaan.
6. Purchasing
Departement
Divisi
ini biasanya dimiliki oleh perusahaan manufaktur. Tugasnya adlah membeli bahan
baku produksi. Selain itu divisi ini juga bertugas menjalin kerjasama
dengan pihak supplier bahan baku guna menjamin kelangsungan proses produksi
perusahaan.
7. Marketing
Departement
Divisi
marketing merupakan divisi ujung tombak perusahaan. Sebab tugas divisi ini
adlah memasarkan semua produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Dengan demikian
perusahaan bisa mendapatkan keuntungan jika produk yang mereka hasilkan bisa
laku dipasaran.
8. R &
D Deverlopment
Fungsi
dari divisi ini adalah melakukan penelitian serta pengembangan Penelitian yang
dilakukan menyangkut semua kebutuhan perusahaan, yang bertujuan untuk
meningkatkan kinerja perusahaan. Seperti melakukan penelitian mengenai produk
apa yang pada saat ini dibutuhkan oleh masyarakat, atau juga melakukan
penelitian mengenai perusahaan. Hasil dari penelitian tersebut akan digunakan
untuk ,menciptakan sebuah sistem baru yang lebih baik bagi proses yang ada di
perusahaan.
9. Quality
Assurance Departemen
Di
perusahaan manufaktur divisi ini bertuga untuk menjaga kualitas produk yang
dihasilkan perusahaan sebelum dipasarkan ke tengah masyarakat. Produk yang
tidak sesuai standar akan dipisahkan untuk kemudian dikelompokkan ke dalam golongan
produk gagal. Diperusahaan jasa, seperti bank tugas dari divisi ini adalah
melakukan pengawasan atas sistem yang dijalankan dalam proses pelayanan pada
nasabah. Dengan demikian semua nasabah bisa mendapatkan pelayanan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku di perusahaan tersebut.
10. Maintenance Departement
Divisi
ini biasanya disiapkan bagi perusahaan manufaktur atau juga bagi perusahaan
yang memiliki kantor sendiri. Sementara bagi perusahaan yang gedung kantornya
masih bergabugan dengan perusahaan lain secara menyewa, biasanya meniadakan
divisi ini. Sebab divisi ini bertugas memelihata perangkat yang terkait proses
operasional perusahaan. Seperti menjaga mesin produksi, instalasi listrik,
pendingin atau menjaga perangka komputer. Oleh karenanya perusahaan jasa dan
perusahaan yang gedung kantornya masih dalam status sewa.
11. Public Relation Departement
Fungsi
dari divisi ini adlah menjadi perwajahan perusahaan dan penciptaan citra
perusahaan. Khusus dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pihak eksternal
perusahaan yang terkai dengan operasional perusahaan. Salah satu fungsinya
adalah memberikan keterangan pers kepada wartawan apabila terdapat hal yang
berkaitan dengan perusahaan tersebut.
Contoh
dari Struktur organisasi pada suatu perusahaan.
DAFTAR
PUSTAKA
2.
Insinyur Profesional Dan Sertifikasi Internasional
Persatuan
Insinyur Indonesia merupakan salah satu organisasi profesi yang mendapat tempat
yang terhormat dalam masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat ilmu
pengetahuan dan teknologi pada khususnya. Citra ini terbentuk sebagai hasil
jerih payah perjuangan tak kenal lelah yang dilakukan oleh Pengurus PII
terdahulu. Dalam rangka memenuhi tujuan yang telah ditetapkan dalam Anggaran
Dasar PII, citra tersebut perlu ditingkatkan agar selanjutnya PII menjadi
sebuah organisasi profesi yang :
· Mampu
memberikan pelayanan yang bermanfaat bagi para anggota.
· Mampu
melakukan pembinaan kemampuan profesional bagi para anggotanya sehingga setara
dengan para Insinyur di negara lain.
· Mampu
memperjuangkan aspirasi dan melindungi kepentingan insinyur Indonesia sehingga
hak dan kewajiban profesionalnya dapat terpenuhi dalam rangka berperan serta
secara aktif dalam Pembangunan Nasional.
Salah
satu program utama Pengurus Pusat PII adalah melaksanakan Program Sertifikasi
Insinyur Profesional Indonesia. Program ini merupakan langkah strategis PII
untuk lebih mengedepankan pembinaan kemampuan profesional anggota dalam
memasuki era persaingan globalisasi. Pada dasarnya Sistem Sertifikasi ini
merupakan pengakuan resmi atas kompetensi keprofesionalan seorang insinyur,
yang sudah menempuh pendidikan sarjana teknik atau pertanian, serta sudah
mengumpulkan pengalaman kerja yang cukup dalam bidang keinsinyuran yang
ditekuninya. Dengan demikian masyarakat konsumen memperoleh perlindungan karena
mereka yang sudah memperoleh sertifikat Insinyur Profesional adalah yang
kompetensinya sudah benar-benar terbukti berdasarkan bakuan yang mengacu pada
kaidah-kaidah internasional.
Sertifikat
Insinyur Profesional diberikan dalam tiga jenis, yang sekaligus juga menunjukkan
jenjang kompetensi yang dimilikinya:
1. Insinyur
Profesional Pratama, yaitu para insinyur yang sudah bekerja lebih dari tiga
tahun sejak mencapai gelar kesarjanaannya dan sudah mampu membuktikan
kompetensi keprofesionalannya.
2. Insinyur
Profesional Madya, yaitu para pemegang sertifikat Insinyur Profesional Pratama
yang sudah bekerja dan membuktikan kompetensinya selama paling sedikit lima
tahun setelah ia memperoleh sertifikat Insinyur Profesional Pratama.
3. Insinyur
Profesional Utama, yaitu para pemegang sertifikat Insinyur Profesional Madya
yang telah bekerja dan membuktikan kompetensinya selama paling sedikit delapan
tahun setelah ia memperoleh sertifikat Insinyur Profesional Madya, serta
mempunyai reputasi keprofesionalan secara nasional.
Sertifikasi
Profesi Insinyur Internasional
Status
profesional didefinisikan secara hukum dan dilindungi oleh sebuah badan
pemerintah. Di beberapa wilayah hukum hanya terdaftar atau insinyur lisensi
diizinkan untuk menggunakan gelar insinyur atau
praktek rekayasa profesional. Yang membedakan seorang insinyur profesional
berlisensi adalah kewenangan untuk mengambil tanggung jawab hukum untuk
pekerjaan engineering. Sebagai contoh, seorang insinyur berlisensi mungkin
bertanda, bercap atau berstempel dokumentasi teknis seperti laporan, gambar,
dan perhitungan, perkiraan desain studi, atau analisis.
DAFTAR
PUSTAKA
1. Ilmu Teknik Industri dapat dibagi ke dalam tiga bidang keahlian yaitu,
kecuali…..
a. Sistem
Manufaktur
b. Bidang
keahlian Manajemen Industri
c. Bidang
keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi
d. Sistem informasi
2.
Bidang ini memanfaatkan pendekatan Teknik
Industri untuk peningkatan kualitas, produktivitas, dan efisiensi sistem
integral (manusia, mesin, material, energi, dan informasi) melalui proses
perancangan, perencanaan, pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan
perbaikan dengan menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya,
pernyataan tersebut merupakan pengertian dari bidang keahlian teknik industri
yang berjenis……
a. Sistem Manufaktur
b. Bidang
keahlian Manajemen Industri
c. Bidang
keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi
d. Sistem
informasi
3. .
Bidang ini cenderung bergerak ke arah persoalan-persoalan yang bersifat makro
dan strategis. Persoalan yang dihadapi seringkali sudah tidak ada lagi
bersangkut-paut dengan problem yang timbul di lini produksi (sistem produksi)
ataupun manajemen produksi/industri; melainkan sudah beranjak ke persoalan
diluar dinding-dinding pabrik, pernyataan tersebut merupakan pengertian dari
bidang keahlian teknik industri yang berjenis……
a. Sistem
Manufaktur
b. Bidang keahlian Manajemen Industri
c. Bidang
keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi
d. Sistem
informasi
4. Beberapa
bidang yang bisa dimasuki oleh lulusan teknik industri adalah sebagai berikut…..
a. Bidang
produksi/ operasi dan penjaminan mutu
b. Bidang
teknologi informasi
c. Bidang
pemasaran/manajemen bisnis
d. Semua benar
5. Sertifikat
Insinyur Profesional diberikan dalam tiga jenis yaitu, kecuali
a. Insinyur Profesional Khusus
b. Insinyur
Profesional Utama
c. Insinyur
Profesional Madya
d. Insinyur
Profesional Pratama