Tugas ilmu sosial dasar
bab 7 Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan
Nama
: Rezky Ardian Sepputra
Kelas
: 2ID14
Npm : 39414203
Tugas ilmu sosial dasar
Masyarakat pedesaan dan
masyarakat perkotaan
I.Pendahuluan
1.1 Latar belakang
Masyarakat adalah
sekelompok manusia yang hidup secara bersamaan,saling berhubungan dan saling
keterkaitan satu sama lain,saling terikat sehingga dapat melahirkan kebudayaan
yang sama.Masyarakat perkotaan juga sering disebut dengan urban
community,pengertian masyarakat perkotaan sendiri lebih ditekankan pada sifat
kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang hampir sangat berbeda dengan
masyarakat pedesaan.Masyarakat desa sering kali diartikan sebagai masyarakat
tradisional dari masyarakat sederhana,namun pandangan seperti itu sebenernya
kurang tepat,karena masyarakat desa sendiri adalah masyarakat yang tinggal
dalam suatu kawasan, wilayah, territorial tertentu yang disebut dengan desa.
1.2 Perumusan masalah
Perumusan masalah dalam
penulisan ilmiah adalah merupakan suatu pertanyaan pertanyaan yang terkait pada
penulisan ilmiah.
1.Apa yang dimaksud
dengan masyarakat perkotaaan?
2.Apa hubungan desa dan
kota ?
3.Aspek positif dan
aspek positif apa saja yang terdapat didalamnya?
4.Pengertian masyarakat
pedesaan?
5.Apa perbedaan dari
masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan?
II.Teori
2.1 Teori Masyarakat
pedesaan dan masyarakat perkotaan
Masyarakat perkotaan
Masyarakat perkotaan
sendiri tidak dapat dipisahkan dengan desa karena antara kota dan desa ada
suatu hubungan konsentrasi penduduk dengan gejala-gejala sosial yang dinamakan
dengan urbanisasi ,yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota.
Masyarakat perkotaan
juga sering disebut dengan urban community,pengertian masyarakat perkotaan
sendiri lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya
yang hampir sangat berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Berikut adalah ciri-ciri
dari masyarakat perkotaan:
1.Kehidupan keagaaman di
perkotaan berkurang apabila dibandingan dengan masyarakat desa.
2.Sikap mandiri yang
kuat dan tidak selalu bergantung dengan orang lain sehingga cendurung
pada sifat individualistis
3.Pembagaian pekerjaan
yang sangat jelas dan tegas sesuai dengan kemampuan dan keahlian.
4.Kemungkinan dalam
memperolah pekerjaan akan lebih mudah oleh warga perkotaan
5.Jalan
kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi
warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, untuk dapat
mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
6.Perubahan-perubahan
tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima
pengaruh-pengaruh dari luar.
7.Interaksi yang terjadi
lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripada faktor
pribadi.
Hubungan kota dengan desa
Masyarakat perkotaan dan
masyarakat pedesaan bukanlah dua komunitas yang terpisah satu sama lain
melainkan mempunyai keterkaitan satu sama lainnya.Bahkan dalam keadaan yang
wajar diantara keduanya mempuyai hubungan yang sangat erat.Bersifat
ketergantungan atau saling membutuhkan satu sama lain. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan
warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan.
Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan
tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan.
Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak.
Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Pada saat musim tanam
mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai
menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk
melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.
Atau lebih singkatnya
ini adalah hubungan antara desa dengan kota:
a. Masyarakat tersebut bukanlah 2 komunitas yg
berbeda.
b. Bersifat ketergantungan dan membutuhkan .
c. Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan yang kita ketahui bahan pangan banyak dihasilkan di pedesaan .
d. Desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis pekerjaan tertentu.
e. Sebaliknya, kota menghasilkan barang dan jasa yg dibutuhkan desa.
f. Peningkatan penduduk tanpa diimbangi perluasan kesempatan kerja berakibat kepadatan di perkotaan .
g. Mereka kelompok para penganggur di desa dapat mencari pekerjaan di kota.
b. Bersifat ketergantungan dan membutuhkan .
c. Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan yang kita ketahui bahan pangan banyak dihasilkan di pedesaan .
d. Desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis pekerjaan tertentu.
e. Sebaliknya, kota menghasilkan barang dan jasa yg dibutuhkan desa.
f. Peningkatan penduduk tanpa diimbangi perluasan kesempatan kerja berakibat kepadatan di perkotaan .
g. Mereka kelompok para penganggur di desa dapat mencari pekerjaan di kota.
Aspek positif dan negative yang terdapat dalam desa dan kota
a. Bertambahnya
penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian yang berada
dipedesaan.
b. Terdesaknya
kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern yang berada
dikota.
c. Penduduk desa,
terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga
mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton sehingga membuat anak muda mudah
bosan .
d. Didesa tidak banyak
kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan karena minimnya fasilitas dan ruang
lingkup yang kurang memadai.
e. Kegagalan panen yang
disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang,
dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
Hal – hal yang termasuk
pull factor antara lain :
a. Penduduk desa
kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk
mendapatkan penghasilan
b. Dikota lebih banyak
kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah
menjadi industri kerajinan.
c. Pendidikan terutama
pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
d. Kota dianggap
mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan
dengan segala macam kultur manusianya.
e. Kota memberi
kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk
mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah
Masyarakat
pedesaan
Masyarakat desa sering
kali diartikan sebagai masyarakat tradisional dari masyarakat sederhana,namun
pandangan seperti itu sebenernya kurang tepat,karena masyarakat desa sendiri
adalah masyarakat yang tinggal dalam suatu kawasan, wilayah, territorial
tertentu yang disebut dengan desa.Biasanya masyarakat desa lebih menganut
tentang kepercayaan adat istiadat yang sudah turun menurun.Masyarakat desa
biasanya memiliki pekerjaan utama yaitu bertani.di pedesaan banyak anak muda
yang ingin pergi kekota untuk mencari ilmu pengetahuan yang lebih dan mencari
pekerjaan yang lebih baik dari didesa.
Perbedaan antara Masyarakat Desa dan
Masyarakat Kota:
1. Lingkungan Umum dan Orientasi
Terhadap Alam
Masyarakat pendesaan berhubungan kuat dengan alam karena letak geografisnya di daerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan adat istiadat dan hukum alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya yang cenderung bebas dari realitas alam.
Masyarakat pendesaan berhubungan kuat dengan alam karena letak geografisnya di daerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan adat istiadat dan hukum alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya yang cenderung bebas dari realitas alam.
2.Pekerjaan atau Mata Pencaharian
Pada umumnya mata pencaharian di daerah pendesaan adalah bertani ataupun berternak tapi tak sedikit juga yang bermata pencaharian berdagang sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha,dan mata pencaharian diperkotaan lebih banyak diantaranya pegawai swasta ,pegawai negeri,dokter,wiraswasta, dan sebagainya.
Pada umumnya mata pencaharian di daerah pendesaan adalah bertani ataupun berternak tapi tak sedikit juga yang bermata pencaharian berdagang sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha,dan mata pencaharian diperkotaan lebih banyak diantaranya pegawai swasta ,pegawai negeri,dokter,wiraswasta, dan sebagainya.
3. Ukuran Komunitas
Komunitas pendesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan itu dikarenakan penduduk dikota lebih banyak dari penduduk di desa .
Komunitas pendesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan itu dikarenakan penduduk dikota lebih banyak dari penduduk di desa .
4. Kepadatan Penduduk
Penduduk desa kepadatannya lebih rendah bila dibandingkan dengan kepadatan penduduk kota. Kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dengan klasifikasi dari kota itu sendiri.
Penduduk desa kepadatannya lebih rendah bila dibandingkan dengan kepadatan penduduk kota. Kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dengan klasifikasi dari kota itu sendiri.
5.Homogenitas dan Heterogenitas
Homogenitas atau persamaan ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku. Nampak pada masyarakat pendesaan bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya penduduk heterogen, terdiri dari orang-orang dengan macam-macam perilaku, dan juga bahasa penduduk di kota lebih heterogen.
Homogenitas atau persamaan ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku. Nampak pada masyarakat pendesaan bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya penduduk heterogen, terdiri dari orang-orang dengan macam-macam perilaku, dan juga bahasa penduduk di kota lebih heterogen.
6.Diferensiasi Sosial
Keadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingya derajat yang tinggi di dalam diferensiasi sosial.
Keadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingya derajat yang tinggi di dalam diferensiasi sosial.
7.Pelapisan Sosial
Kelas sosial di dalam masyarakat sering Nampak dalam bentuk “piramida terbalik” yaitu kelas-kelas yang tinggi berada pada posisi di atas piramda, kelas menengah ada diantara kedua tingkat, kelas ekstrem dari masyarakat.
Kelas sosial di dalam masyarakat sering Nampak dalam bentuk “piramida terbalik” yaitu kelas-kelas yang tinggi berada pada posisi di atas piramda, kelas menengah ada diantara kedua tingkat, kelas ekstrem dari masyarakat.
Ada beberapa perbedaan pelapisan sosial yang
tak resmi antara masyarakat desa dan kota:
- Pada masyarakat kota aspek
kehidupannya lebih banyak system pelapisannya dibandingkan dengandi desa.
-Pada masyarakat desa kesenjangan antara
kelas eksterm dalam piramida sosial tidak terlalu besar dan sebaliknya.
-Masyarakat perdesaan cenderung pada kelas
tengah.
-Ketentuan kasta dan contoh perilaku.
8. Mobilitas Sosial.
- Mobilitas sosial berkaitan dgn
perpindahan yg disebabkan oleh pendidikan kota yg heterogen, terkonsentrasi nya
kelembagaan-kelembagaan.
-Banyak penduduk yg pindah rumah.
- Waktu yg tersedia bagi penduduk kota
untuk bepergian per satuan bepergian setiap hari di dalam atau di luar waktu
luang di kota lbih sedikit dibandingkan di daerah perdesaan
9. Interaksi Sosial.
Masyarakat pedesaan lebih sedikit jumlahnya
dalam kontak sosial berbeda secara kuantitatif maupun secara kualitatif.
10.Pengawasan Sosial.
Di kota pengawasan lebih bersifat
formal, pribadi dan peraturan lbh menyangkut masalah pelanggaran.
11.Pola Kepemimpinan.
Menentukan kepemimpinan di daerah
perdesaan cenderung banyak ditentukan oleh kualitas pribadi dari individu
dibandingkan dengan kota
12.Standar Kehidupan
Di kota tersedia dan ada kesanggupan
dalam menyediakan kebutuhan tersebut, di desa tidak demikian.
13.Kesetiakawanan Sosial
Kesetiakawanan sosial pada masyarakat
perdesaan dan perkotaan banyak ditentukan oleh masingmasing faktor yang berbeda
14. Nilai dan Sistem Nilai
Nilai dan sistem nilai di desa dengan
di kota berbeda dan dapat diamati dalam kebiasaan, cara dan norma yang berlaku
III.Analisis dan kesimpulan
Masyarakat perkotaan
sendiri tidak dapat dipisahkan dengan desa karena antara kota dan desa ada
suatu hubungan konsentrasi penduduk dengan gejala-gejala sosial yang dinamakan
dengan urbanisasi ,yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota.
Masyarakat perkotaan
juga sering disebut dengan urban community,pengertian masyarakat perkotaan
sendiri lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya
yang hampir sangat berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Masyarakat desa sering
kali diartikan sebagai masyarakat tradisional dari masyarakat sederhana,namun
pandangan seperti itu sebenernya kurang tepat,karena masyarakat desa sendiri
adalah masyarakat yang tinggal dalam suatu kawasan, wilayah, territorial
tertentu yang disebut dengan desa.Biasanya masyarakat desa lebih menganut
tentang kepercayaan adat istiadat yang sudah turun menurun.Masyarakat desa
biasanya memiliki pekerjaan utama yaitu bertani.di pedesaan banyak anak muda
yang ingin pergi kekota untuk mencari ilmu pengetahuan yang lebih dan mencari
pekerjaan yang lebih baik dari didesa
Masyarakat perkotaan dan
masyarakat pedesaan bukanlah dua komunitas yang terpisah satu sama lain
melainkan mempunyai keterkaitan satu sama lainnya.Bahkan dalam keadaan yang
wajar diantara keduanya mempuyai hubungan yang sangat erat.Bersifat
ketergantungan atau saling membutuhkan satu sama lain. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan
warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan.
Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan
tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan.
Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak.
Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Pada saat musim tanam
mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai
menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk
melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.
IV.Referensi
http://galihjalusaputra.blogspot.co.id/2015/01/masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat_5.html