Jumat, 25 Desember 2015

Tugas ilmu sosial dasar bab 7 Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan

Tugas ilmu sosial dasar bab 7 Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan
Nama : Rezky Ardian Sepputra
Kelas : 2ID14
Npm : 39414203
Tugas ilmu sosial dasar
Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan

I.Pendahuluan

1.1    Latar belakang
Masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup secara bersamaan,saling berhubungan dan saling keterkaitan satu sama lain,saling terikat sehingga dapat melahirkan kebudayaan yang sama.Masyarakat perkotaan juga sering disebut dengan urban community,pengertian masyarakat perkotaan sendiri lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang hampir sangat berbeda dengan masyarakat pedesaan.Masyarakat desa sering kali diartikan sebagai masyarakat tradisional dari masyarakat sederhana,namun pandangan seperti itu sebenernya kurang tepat,karena masyarakat desa sendiri adalah masyarakat yang tinggal dalam suatu kawasan, wilayah, territorial tertentu yang disebut dengan desa.
1.2    Perumusan masalah
Perumusan masalah dalam penulisan ilmiah adalah merupakan suatu pertanyaan pertanyaan yang terkait pada penulisan ilmiah.
1.Apa yang dimaksud dengan masyarakat perkotaaan?
2.Apa hubungan desa dan kota ?
3.Aspek positif dan aspek positif apa saja yang terdapat didalamnya?
4.Pengertian masyarakat pedesaan?
5.Apa perbedaan dari masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan?
II.Teori
2.1 Teori Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan
Masyarakat perkotaan
Masyarakat perkotaan sendiri tidak dapat dipisahkan dengan desa karena antara kota dan desa ada suatu hubungan konsentrasi penduduk dengan gejala-gejala sosial yang dinamakan dengan urbanisasi ,yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota.      
Masyarakat perkotaan juga sering disebut dengan urban community,pengertian masyarakat perkotaan sendiri lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang hampir sangat berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Berikut adalah ciri-ciri dari masyarakat perkotaan:
1.Kehidupan keagaaman di perkotaan berkurang apabila dibandingan dengan masyarakat desa.
2.Sikap mandiri yang kuat dan tidak selalu bergantung dengan orang lain sehingga cendurung    pada sifat individualistis
3.Pembagaian pekerjaan yang sangat jelas dan tegas sesuai dengan kemampuan dan keahlian.
4.Kemungkinan dalam memperolah pekerjaan akan lebih mudah oleh warga perkotaan
5.Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
6.Perubahan-perubahan tampak nyata  dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.
7.Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripada faktor pribadi.
Hubungan kota dengan desa
Masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan bukanlah dua komunitas yang terpisah satu sama lain melainkan mempunyai keterkaitan satu sama lainnya.Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya mempuyai hubungan yang sangat erat.Bersifat ketergantungan atau saling membutuhkan satu sama lain. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.
Atau lebih singkatnya ini adalah hubungan antara desa dengan kota:
a. Masyarakat tersebut bukanlah 2 komunitas yg berbeda.
b. Bersifat ketergantungan dan membutuhkan .
c. Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan yang kita ketahui bahan pangan banyak dihasilkan di pedesaan .
d. Desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis pekerjaan tertentu.
e. Sebaliknya, kota menghasilkan barang dan jasa yg dibutuhkan desa.
f.  Peningkatan penduduk tanpa diimbangi perluasan kesempatan kerja berakibat kepadatan di perkotaan .
g. Mereka kelompok para penganggur di desa dapat mencari pekerjaan di kota.
Aspek positif dan negative yang terdapat dalam desa dan kota
a. Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian yang berada dipedesaan.
b. Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern yang berada dikota.
c. Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton sehingga membuat anak muda mudah bosan .
d. Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan karena minimnya fasilitas dan ruang lingkup yang kurang memadai.
e. Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
Hal – hal yang termasuk pull factor antara lain :
a. Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan
b. Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
c. Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
d. Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
e. Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah
Masyarakat pedesaan
Masyarakat desa sering kali diartikan sebagai masyarakat tradisional dari masyarakat sederhana,namun pandangan seperti itu sebenernya kurang tepat,karena masyarakat desa sendiri adalah masyarakat yang tinggal dalam suatu kawasan, wilayah, territorial tertentu yang disebut dengan desa.Biasanya masyarakat desa lebih menganut tentang kepercayaan adat istiadat yang sudah turun menurun.Masyarakat desa biasanya memiliki pekerjaan utama yaitu bertani.di pedesaan banyak anak muda yang ingin pergi kekota untuk mencari ilmu pengetahuan yang lebih dan mencari pekerjaan yang lebih baik dari didesa.
Perbedaan antara Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota:
1. Lingkungan Umum dan Orientasi Terhadap Alam
Masyarakat pendesaan berhubungan kuat dengan alam karena letak geografisnya di daerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan adat istiadat dan hukum alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya  yang cenderung bebas dari realitas alam.
2.Pekerjaan atau Mata Pencaharian
Pada umumnya mata pencaharian di daerah pendesaan adalah bertani ataupun berternak tapi tak sedikit juga yang bermata pencaharian berdagang sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha,dan mata pencaharian diperkotaan lebih banyak diantaranya pegawai swasta ,pegawai negeri,dokter,wiraswasta, dan sebagainya.
3. Ukuran Komunitas
Komunitas pendesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan itu dikarenakan penduduk dikota lebih banyak dari penduduk di desa .
4. Kepadatan Penduduk
Penduduk desa kepadatannya lebih rendah bila dibandingkan dengan kepadatan penduduk kota. Kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dengan klasifikasi dari kota itu sendiri.
5.Homogenitas dan Heterogenitas
Homogenitas atau persamaan ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku. Nampak pada masyarakat pendesaan bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya penduduk heterogen, terdiri dari orang-orang dengan macam-macam perilaku, dan juga bahasa penduduk di kota lebih heterogen.
6.Diferensiasi Sosial
Keadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingya derajat yang tinggi di dalam diferensiasi sosial.
7.Pelapisan Sosial
Kelas sosial di dalam masyarakat sering Nampak dalam bentuk “piramida terbalik” yaitu kelas-kelas yang tinggi berada pada posisi di atas piramda, kelas menengah ada diantara kedua tingkat, kelas ekstrem dari masyarakat.
Ada beberapa perbedaan pelapisan sosial yang tak resmi antara masyarakat desa dan kota:
- Pada masyarakat kota aspek kehidupannya lebih banyak system pelapisannya dibandingkan dengandi desa.
-Pada masyarakat desa kesenjangan antara kelas eksterm dalam piramida sosial tidak terlalu besar dan sebaliknya.
-Masyarakat perdesaan cenderung pada kelas tengah.
-Ketentuan kasta dan contoh perilaku.
8. Mobilitas Sosial.
- Mobilitas sosial berkaitan dgn perpindahan yg disebabkan oleh pendidikan kota yg heterogen, terkonsentrasi nya kelembagaan-kelembagaan.
-Banyak penduduk yg pindah rumah.
- Waktu yg tersedia bagi penduduk kota untuk bepergian per satuan bepergian setiap hari di dalam atau di luar waktu luang di kota lbih sedikit dibandingkan di daerah perdesaan
9. Interaksi Sosial.
Masyarakat pedesaan lebih sedikit jumlahnya dalam kontak sosial berbeda secara kuantitatif maupun secara kualitatif.
10.Pengawasan Sosial.
Di kota pengawasan lebih bersifat formal, pribadi dan peraturan lbh menyangkut masalah pelanggaran.
11.Pola Kepemimpinan.
Menentukan kepemimpinan di daerah perdesaan cenderung banyak ditentukan oleh kualitas pribadi dari individu dibandingkan dengan kota
12.Standar Kehidupan
Di kota tersedia dan ada kesanggupan dalam menyediakan kebutuhan tersebut, di desa tidak demikian.
13.Kesetiakawanan Sosial
Kesetiakawanan sosial pada masyarakat perdesaan dan perkotaan banyak ditentukan oleh masingmasing faktor yang berbeda
14. Nilai dan Sistem Nilai
Nilai dan sistem nilai di desa dengan di kota berbeda dan dapat diamati dalam kebiasaan, cara dan norma yang berlaku
III.Analisis dan kesimpulan
Masyarakat perkotaan sendiri tidak dapat dipisahkan dengan desa karena antara kota dan desa ada suatu hubungan konsentrasi penduduk dengan gejala-gejala sosial yang dinamakan dengan urbanisasi ,yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota.      
Masyarakat perkotaan juga sering disebut dengan urban community,pengertian masyarakat perkotaan sendiri lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang hampir sangat berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Masyarakat desa sering kali diartikan sebagai masyarakat tradisional dari masyarakat sederhana,namun pandangan seperti itu sebenernya kurang tepat,karena masyarakat desa sendiri adalah masyarakat yang tinggal dalam suatu kawasan, wilayah, territorial tertentu yang disebut dengan desa.Biasanya masyarakat desa lebih menganut tentang kepercayaan adat istiadat yang sudah turun menurun.Masyarakat desa biasanya memiliki pekerjaan utama yaitu bertani.di pedesaan banyak anak muda yang ingin pergi kekota untuk mencari ilmu pengetahuan yang lebih dan mencari pekerjaan yang lebih baik dari didesa
Masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan bukanlah dua komunitas yang terpisah satu sama lain melainkan mempunyai keterkaitan satu sama lainnya.Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya mempuyai hubungan yang sangat erat.Bersifat ketergantungan atau saling membutuhkan satu sama lain. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.
IV.Referensi
http://galihjalusaputra.blogspot.co.id/2015/01/masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat_5.html

Senin, 07 Desember 2015

Tugas ilmu sosial dasar bab 6 pelapisan soaial dan kesamaan derajat

Nama : Rezky Ardian Sepputra
Kelas : 2ID14
Npm : 39414203
Tugas ilmu sosial dasar
Pelapisan sosial dan kesamaan derajat

I.Pendahuluan

1.1   Latar belakang
Pelapisan sosial dan kesamaan derajat mempunyai hubungan keterkaitan satu sama lain,pelapisan sosial mempunyai arti perbedaan antar kelas-kelas didalam masyarakat yaitu antara kelas tinggi dan kelas rendah.Pelapisan sosial juga meripakan perbedaan tinggi  dan rendahnya suatu kedudukan atau posisi seseoarang didalam kelompoknya atau didalam masyarakat.Kesamaan derajat adalah sesuatu yang membuat seluruh masyarakat berada dalam kelas yang sama tidak ada perbedaan dalam kekuasaan dan memiliki hak sama didalam warga negara,sehingga tidak mempunyai batasan anatara kalangan atas maupun kalangan bawah.
1.2   Perumusan Masalah
Perumusan masalah dalam penulisan ilmiah adalah merupakan suatu pertanyaan pertanyaan yang terkait pada penulisan ilmiah.
1.Apa pengertian dari pelapisan sosial ?
2.Apa pengertian dari kesamaan derajat ?
3.Apa yang dimaksud dengan elite dan massa ?
II.Teori
2.1 Teori pelapisan sosial dan kesamaan derajat
       Pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga maupun masyarakat kedalam kelas-kelas sosial secara bertingkat ,berupa lapisan-lapisan didalam masyarakat ada kelas sosial tinggi, menengah dan rendah. Pelapisan sosial juga meripakan perbedaan tinggi  dan rendahnya suatu kedudukan atau posisi seseoarang didalam kelompoknya atau didalam masyarakat.
Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial
Ukuran kekayaan
Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat menjadi pengukuran dalam suatu penempatan di anggota masyarakat kedalam lapisan-lapisan sudah ada.barang siapa yang mempunyai kekayaan paling banyak maka dia akan masuk kedalam lapisan sosial paling atas,maka sebaliknya barang siapa yang memiliki kekayaan yang sedikit maka dia akan masuk kedalam lapisan sosial paling bawah.Kekayaan tersebut dapat dilihat dari tempat tinggal,benda-benda yang ia miliki,cara pakaian yang ia pakai,kebiasaan dalam ia berbelanja dan kemampuan dalam berbagi ke sesama.
Ukuran kekuasaan dan kewenangan
Apabila seseoarang mempunyai kekusaan dan kewenangan paling besar maka ia akan berada pada lapisan paling atas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat.Ukuran kekuasaan juga tidak lepas dari ukuran kekayaan sendiri,dikarenakan orang yang kaya dalam masyarakat dapat menguasai orang-orang yang tidak kaya ataupun sebaliknya orang yang mempunyai kekuasaan yang tinggi maka ia akan dapat kekayaan
Ukuran kehormataan
Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran kekayaan maupun ukuran kekuasaan dan kewenangan.orang orang yang disegani atau dihormati didalam masyarakat akan berada dilapisan yang paling atas di lapisan sosial masyarakatnya,ukuran kehormatan sendiri sangat terasa penting di masyarakat tradisioanal,biasanya mereka menhormati orang orang yang banyak berjasa kepada orang tua maupun yang sangat berjasa di lingkungan masyarakat dan mempunya kelakuan yang baik dan berbudi luhur.
Ukuran ilmu pengetahuan
Ukuran ilmu pengetahuan sendiri sering digunakan oleh anggota anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan,seseorang yang paling mampu menguasai ilmu pengetahuan maka ia akan berada pada lapisan paling tinggi dalam pelapisan sosial.Penguasaan ilmu pengetahuan biasanya mendapatkan gelar-gelar akademik di kesarjaan di perguruan tinggi,ataupun profesi yang disandang oleh seseorang misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor .

Terjadinya Pelapisan Sosial terbagi menjadi 2, yaitu:
Terjadi dengan sendirnya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.
Terjadi dengan Sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.
Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:
Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas ( Vertikal ).
Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungkan antara manusia dengan lingkungannya biasanya timbal balik,maksudnya adalah seseorang dalam anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban yang sama di dalam negara,baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara,hak dan kewajiban itu sendiri sangat penting ditetapkan dalam perundang-undangan.Undang-undang itu pun berlaku bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali satupun dalam arti seluruh masyarakat itu memiliki kesamaan derajat.
Pasal-pasal dalam UUD 1945 tentang persamaan hak
Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan,” setiap warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada pengecualiannya”.
Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 menyatakan,” setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum”.
Pasal 28I ayat (2) UUD 1945 menyatakan, ”Setiap orang berhak bebas dari perlakuan diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapat perlindungan dari perlakuan yang bersifat diskriminatif itu”.
Elite dapat diartikan sebagai untuk menunjukkan kepada suatu kelompok atau seseorang yang memiliki kedudukan yang tinggi,sedangkan secara khusus elite dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang termuka didalam bidang-bidang tertentu khususnya yaitu golongan besar yang memiliki kekuasaan.watak elite juga biasanya dilihat dari tipe masyarakat dan sifat kebudayaan.
Fungsi elite
Dalam suatu kehidupan sosial yang teratur, baik dalam konteks luas maupun yang lebih sempit, dalam kelompok heterogen maupun homogen selalu ada kecenderungan untuk menyisihkan satu golongan tersendiri sebagai satu golongan yang penting, memiliki kekuasaan dan mendapatkan kedudukan yang terkemuka jika dibandingkan dengan massa. Penentuan golongan minoritas ini
Golongan elite sebagai minoritas sering ditampakkan dengan beberapa bentuk penampilan antara lain :
1.Elite menduduki posisi yang penting dan cenderung merupakan poros kehidupan masyarakat secara keseluruhan.
2.Faktor utama yang menentukan kedudukan mereka adalah keunggulan dan keberhasilan yang dilandasi oleh kemampuan baik yanag bersifat fisik maupun psikhis, material maupun 3.immaterial, merupakan heriditer maupun pencapaian.Dalam hal tanggung jawab, mereka memiliki tanggung jawab yang lebih besar jika dibandingkan dengan masyarakat lain.
4.Ciri-Ciri lain yang merupakan konsekuensi logis dari ketiga hal di atas adalah imbalan yang lebih besar yang diperoleh atas pekerjaan dan usahanya.

Massa
Istilah massa digunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tapi yanag secara fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain.
Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku massal sepertinya mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebagai diberitakan dalam pers, atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas.
III.Analisis dan kesimpulan
Pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga maupun masyarakat kedalam kelas-kelas sosial secara bertingkat ,berupa lapisan-lapisan didalam masyarakat ada kelas sosial tinggi, menengah dan rendah. Pelapisan sosial juga meripakan perbedaan tinggi  dan rendahnya suatu kedudukan atau posisi seseoarang didalam kelompoknya atau didalam masyarakat.
Terjadinya Pelapisan Sosial terbagi menjadi 2, yaitu:
1.Terjadi dengan sendirnya
2.Terjadi dengan sengaja
Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial
Ukuran kekayaan
Ukuran kekuasaan dan kewenangan
Ukuran kehormataan
Ukuran ilmu pengetahuan
Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungkan antara manusia dengan lingkungannya biasanya timbal balik,maksudnya adalah seseorang dalam anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban yang sama di dalam negara,baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara,hak dan kewajiban itu sendiri sangat penting ditetapkan dalam perundang-undangan.Undang-undang itu pun berlaku bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali satupun dalam arti seluruh masyarakat itu memiliki kesamaan derajat.
Elite dapat diartikan sebagai untuk menunjukkan kepada suatu kelompok atau seseorang yang memiliki kedudukan yang tinggi,sedangkan secara khusus elite dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang termuka didalam bidang-bidang tertentu khususnya yaitu golongan besar yang memiliki kekuasaan.watak elite juga biasanya dilihat dari tipe masyarakat dan sifat kebudayaan.
Massa
Istilah massa digunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tapi yanag secara fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain.


IV.Referensi