A. Dampak positif pendirian
usaha laundry antara lain.
1. Dapat
meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, dengan mendirikan usaha laundry masyarakat
yang belum memiliki pekerjaan (pengangguran) memiliki kegiatan yang tentunya
akan menambah penghasilannya. Begitupun karyawan yang baru saja di-PHK, akan
mendapatkan pekerjaan pengganti yang dapat dilakukan untuk memperoleh
penghasilan dan meningkatkan taraf perekonomiannya.
2. Dapat
menggali dan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri
dan juga lingkungan sekitarnya.
3. Perubahan
budaya yang dapat berdampak pada perubahan sikap masyarakat, yaitu masyarakat
akan mendapatkan sebuah gambaran tentang berwirausaha.
4. Mengajarkan
pada masyarakat untuk bisa menjadi seorang pengusaha, tidak hanya menjadi
karyawan dan bergantung pada pemimpin. Dengan berwirausaha masyarakat akan
mendapatkan penghasilan murni dari usahanya sendiri.
5. Perubahan
demografi, dengan terjadinya penurunan tingkat pengangguran. Dalam pembuatan usaha
tersebut tentunya pihak pengusaha membutuhkan tenaga kerja yang mana dapat
diambil dari lingkungan masyarakat sekitar.
6. Memberikan
kemudahan bagi masyarakat lokal. Dengan adanya pendirian
usahalaundry masyarakat lokal yang sibuk dan tidak sempat untuk mencuci
baju akan mendapatkan kemudahan, menggunakan jasa laundry untuk
membantu mencucikan baju.
B. Dampak
negatif pendirian usaha laundry antara lain.
1. Banyaknya
pendirian usaha baru akan menyebabkan terjadinya persaingan yang ketat antar
pengusaha yang notabene masih bertetangga dan berada dalam satu lingkungan. Hal
ini rentan mengakibatkan perpecahan, karena para pengusaha tersebut berebut
untuk mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya namun target pelanggannya hanya
dalam lingkup yang sempit.
2. Mengurangi
sikap kemandirian masyarakat lokal. Dengan pendirian laundry, akan timbul
sikap malas dari masyarakat sekitar, masyarakat sekitar akan lebih memilih
menggunakan jasa laundry dari pada mencuci bajunya sendiri. Hal ini
akan menambah pengeluaran mereka.
3. Dampak negatif
yang terjadai yaitu dampak negatif bagi lingkungan di sekitar lokasi
usaha. Penggunaan deterjen yang mengandung fosfat tinggi dan kurangnya
kepedulian pelaku usaha untuk melengkapi bisnisnya dengan Instalasi Pengolahan
Air Limbah (IPAL), bisa menghambat pemurnian air sehingga membuat air tanah dan
air sumur di sekitar lokasi tercemar oleh limbah chemical (kimia).
4.
Mengganggu ekosistem ikan, Limbah deterjen dari “Laundry” yang tidak memiliki
tempat pembuangan limbah yang jelas akan bermuara ke selokan, bahkan akan
bermuara ke sungai dan dapat mengganggu ekosistem ikan. Karena deterjen dapat
menghancurkan lapisan eksternal lendir yang melindungi ikan, bakteri dan
parasit. Selain itu juga dapat menyebabkan kerusakan pada insang.
5.
Berbahaya bagi kesehatan manusia, jika air minum yang telah
terkontaminasi limbah deterjen dapat meyebabkan penyakit kanker. Saat ini
instalasi pengolahan air limbah industri belum mempunyai teknologi yang mampu
mengolah limbah deterjen secara sempurna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar