Rabu, 26 April 2017

dampak positif dan negatif terhadap lingkungan dari pendirian usaha laundry

A.   Dampak positif pendirian usaha laundry antara lain.
1. Dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, dengan mendirikan usaha laundry masyarakat yang belum memiliki pekerjaan (pengangguran) memiliki kegiatan yang tentunya akan menambah penghasilannya. Begitupun karyawan yang baru saja di-PHK, akan mendapatkan pekerjaan pengganti yang dapat dilakukan untuk memperoleh penghasilan dan meningkatkan taraf perekonomiannya.
2.   Dapat menggali dan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri dan juga lingkungan sekitarnya.
3.   Perubahan budaya yang dapat berdampak pada perubahan sikap masyarakat, yaitu masyarakat akan mendapatkan sebuah gambaran tentang berwirausaha.
4.  Mengajarkan pada masyarakat untuk bisa menjadi seorang pengusaha, tidak hanya menjadi karyawan dan bergantung pada pemimpin. Dengan berwirausaha masyarakat akan mendapatkan penghasilan murni dari usahanya sendiri.
5.   Perubahan demografi, dengan terjadinya penurunan tingkat pengangguran. Dalam pembuatan usaha tersebut tentunya pihak pengusaha membutuhkan tenaga kerja yang mana dapat diambil dari lingkungan masyarakat sekitar.
6.   Memberikan kemudahan bagi masyarakat lokal. Dengan adanya pendirian usahalaundry masyarakat lokal yang sibuk dan tidak sempat untuk mencuci baju akan mendapatkan kemudahan, menggunakan jasa laundry  untuk membantu mencucikan baju.
B.  Dampak negatif pendirian usaha laundry antara lain.
1.   Banyaknya pendirian usaha baru akan menyebabkan terjadinya persaingan yang ketat antar pengusaha yang notabene masih bertetangga dan berada dalam satu lingkungan. Hal ini rentan mengakibatkan perpecahan, karena para pengusaha tersebut berebut untuk mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya namun target pelanggannya hanya dalam lingkup yang sempit.
2.  Mengurangi sikap kemandirian masyarakat lokal. Dengan pendirian laundry, akan timbul sikap malas dari masyarakat sekitar, masyarakat sekitar akan lebih memilih menggunakan jasa laundry dari pada mencuci bajunya sendiri. Hal ini akan menambah pengeluaran mereka.
3.  Dampak negatif  yang terjadai yaitu dampak negatif bagi lingkungan di sekitar lokasi usaha. Penggunaan deterjen yang mengandung fosfat tinggi dan kurangnya kepedulian pelaku usaha untuk melengkapi bisnisnya dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), bisa menghambat pemurnian air sehingga membuat air tanah dan air sumur di sekitar lokasi tercemar oleh limbah chemical (kimia).
4. Mengganggu ekosistem ikan, Limbah deterjen dari “Laundry” yang tidak memiliki tempat pembuangan limbah yang jelas akan bermuara ke selokan, bahkan akan bermuara ke sungai dan dapat mengganggu ekosistem ikan. Karena deterjen dapat menghancurkan lapisan eksternal lendir yang melindungi ikan, bakteri dan parasit. Selain itu juga dapat menyebabkan kerusakan pada insang.
5.  Berbahaya bagi  kesehatan manusia, jika air minum yang telah terkontaminasi limbah deterjen dapat meyebabkan penyakit kanker. Saat ini instalasi pengolahan air limbah industri belum mempunyai teknologi yang mampu mengolah limbah deterjen secara sempurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar