Rabu, 26 April 2017

analisa meminimasi dampak negatif terhadap lingkungan dari pendirian usaha laundry

Analisa dampak negatif terhadap lingkungan pada pendirian usaha laundry
1) Penggunaan deterjen usaha laundry BLH Kota Yogyakarta melakukan pengawasan usaha laundry terkait penggunaan deterjen yang fosfatnya rendah. Hal tersebut bertujuan supaya limbah yang dihasilkan kandungan kimianya tidak terlalu tinggi dan tidak merusak serta mencemari air tanah pada saat pembuangan limbah dari usaha laundry tersebut, untuk saat ini proses penggunaan bahan deterjen yang rendah fosfatnya belum bisa berjalan dengan baik. Sebab, masih banyak laundry di Kota Yogyakarta yang tidak mementingkan akan hal itu. Sebagian besar laundry hanya melihat pemakaian deterjen yang harganya lebih murah dan dapat menimbulkan untung yang cukup besar. Terutama usaha usaha laundry yang skala kecil dengan modal terbatas,
2) Proses pembuangan limbah laundry BLH Kota Yogyakarta melakukan pengawasan usaha laundry terkait proses pembuangan limbahnya. Dalam melakukan pengawasan, BLH Kota Yogyakarta menyarankan setiap usaha laundry sebelum membuang limbahnya supaya melakukan proses penetralan terlebih dahulu. Limbah yang dibuang masih dalam keadaan belum netral nantinya dapat merusak tanah dan air tanah serta menimbulkan terjadinya pencemaran lingkungan. Dalam hal ini, BLH Kota Yogyakarta menyarankan setiap usaha laundry yang ada di Kota Yogyakarta dalam melakukan pembuangan limbah hasil laundry harus melalui tiga tahap sebelum di buang yaitu:
a. Pertama, limbah yang dihasilkan oleh kegiatan usaha laundry harus di tampung terlebih dahulu di dalam suatu wadah atau bak,
b. Kedua, limbah usaha laundry yang pada tahap pertama sudah di tampung dalam wadah atau bak kemudian dicampurkan tawas yang berfungsi untuk mengurangi kadar kimia yang ada pada limbah usaha laundry tersebut dan di diamkan beberapa saat.
c. Ketiga, limbah usaha laundry pada tahap kedua yang sudah dicampurkan tawas kemudian dipindahkan dan disaring terlebih dahulu ke dalam wadah atau bak yang baru dan di diamkan beberapa saat dan kemudian dibuang ke saluran pembuangan atau ke tanah.
 Metode Pengolahan air limbah
Beberapa metode yang dilakukan  :
1)      Pengenceran
         Air limbah dibuang ke sungai / danau, akan mengalami purifikasi alami, namun cara ini dapat mencemari air permukaan dengan bakteri pathogen.
2)      Chosspool
            Berbentuk seperti sumur khusus untuk pembuangan limbah dibuat pada tanah yang berpasir agar air buangan mudah meresap kedalam tanah. Cess pool dapat digunakan selama ± 60 bulan jarak dari sumur air bersih 45 meter.
3)      Sumur Resapan(seepage pit)
            Sumur resapan merupakan sumur tempat menampang air limbah yang telah mengalami pengolahan dalam sistem lain. Dengan cara ini air hanya tinggal mengalami peresapan ke dalam tanah. Sumur ini dibuat pada tanah yang berpasir dengan diameter 1-2.5 m dan kedalaman 2,5.
4)      Septic tank
            Merupakan metode terbaik untuk mengolah air limbah walau biayanya mahal,rumit,dan memerlukan tanah yang luas.
            Septic tank memiliki 4 bagian, antara lain :
a)      Ruang Pembusuk
      Air kotor akan tertahan 13 hari dan akan mengalami penguraian oleh bakteri pembusuk yang akan menghasilkan gas, cairan, dan lumpur.
b)      Ruang Lumpur
      Apabila ruang sudah penuh, lumpur dapat di pompa keluar.
c)      Dosing Chamber
      Dalam dosing terdapat siphon McDonald, berfungsi untuk mengatur kecepatan air yang akan dialirkan ke bidang resapan agar merata.
d)     Bidang Resapan
      Bidang ini akan menyerap cairan keluar dari dosing chamber dan menyaring bakteri pathogen maupun bibit penyakit lain.
e)      System Riool ( Sewage )
      System riool menampung semua air kotor dari rumah maupun perusahaan, dan terkadang menampung kotoran dari lingkungan.

E.     Proses Pengolahan yang dilakukan :
1.      Penyaringan ( Screening )
      Penyaringan ditunjukan untuk menangkap benda-benda yang terapung diatas permukaan air.
2.      Pengendapan ( Sedimentation )
      Air limbah dialirkan ke dalam bak besar ( Sand trap ) sehingga aliran menjadi lambat dan lumpur serta pasir mengendap.
3.      Proses Biologis
      Proses ini menggunakan mikroba untuk memusnahkan zat organik di dalam limbah baik secara aerob maupun anaerob.
4.      Disaring dengan saringan pasir ( Sand filter )
5.      Desinfeksi dengan kaporit untuk membunuh mikroba patogen
6.      Pengenceran, air limbah dibuang ke sungai / danau / laut sehingga tidak terjadi pengenceran.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar