Nama : Rezky Ardian
Sepputra
Kelas : 3ID14
NPM : 39414203
Mata Kuliah : Metode
Penelitian
Tugas Tulisan metode
penelitian
A. Penelitian
Kuantitatif
1. Definisi Penelitian Kuantitatif Kasiram (2008: 149) dalam
bukunya Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, mendifinisikan
penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang
menggunakan data berupa angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa
yang ingin diketahui.
2. Asumsi Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif
didasarkan pada asumsi sebagai berikut (Nana Sudjana dan Ibrahim, 2001; Del
Siegle, 2005, dan Johnson, 2005).
a. Bahwa realitas yang menjadi sasaran penelitian berdimensi
tunggal, fragmental, dan cenderung bersifat tetap sehingga dapat diprediksi.
b. Variabel dapat diidentifikasi dan diukur dengan alat-alat
yang objektif dan baku.
3. Karakeristik Penelitian Kuantitatif Karakteristik penelitian
kuantitatif adalah sebagai berikut (Nana Sudjana dan Ibrahim, 2001 : 6-7;
Suharsimi Arikunto, 2002 : 11; Johnson, 2005; dan Kasiram 2008: 149-150) :
a. Menggunakan pola berpikir deduktif (rasional – empiris atau
topdown), yang berusaha memahami suatu fenomena dengan cara menggunakan
konsep-konsep yang umum untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang bersifat
khusus.
b. Logika yang dipakai adalah logika positivistik dan
menghundari halhal yang bersifat subjektif. c. Proses penelitian mengikuti
prosedur yang telah direncanakan.
d. Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah untuk menyususun
ilmu nomotetik yaitu ilmu yang berupaya membuat hokum-hukum dari
generalisasinya. Utu E 12
e. Subjek yang diteliti, data yang dikumpulkan, dan sumber
data yang dibutuhkan, serta alat pengumpul data yang dipakai sesuai dengan apa
yang telah direncanakan sebelumnya.
f. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran dengan
menggunakan alat yang objektif dan baku.
g. Peneliti menempatkan diri secara terpisah dengan objek
penelitian, dalam arti dirinya tidak terlibat secara emosional dengan subjek
penelitian.
h. Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul.
i. Hasil penelitian berupa generalisasi dan prediksi,
lepas dari konteks waktu dan situasi.
4. Prosedur Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif
pelaksanaannya berdasarkan prosedur yang telah direncanakan sebelumnya. Adapun
prosedur penelitian kuantitatif terdiri dari tahapan-tahapan kegiatan sebagai
berikut.
a. Identifikasi permasalahan
b. Studi literatur.
c. Pengembangan kerangka konsep
d. Identifikasi dan definisi variabel, hipotesis, dan pertanyaan
penelitian.
e. Pengembangan disain penelitian.
f. Teknik sampling.
g. Pengumpulan dan kuantifikasi data.
h. Analisis data.
i. Interpretasi dan komunikasi hasil penelitian.
5. Tipe-tipe Penelitian Kuantitatif Dalam melakukan penelitian,
peneliti dapat menggunakan metoda dan rancangan (design) tertentu dengan
mempertimbangkan tujuan penelitian dan sifat masalah yang dihadapi. Berdasarkan
sifat-sifat permasalahannya, penelitian kuantitatif dapat dibedakan menjadi
beberapa tipe sebagai berikut (Suryabrata, 2000 : 15 dan Sudarwan Danim dan
Darwis, 2003 : 69 – 78).
a. Penelitian deskriptif
b. Penelitian korelational
c. Penelitian kausal komparatif
d. Penelitian tindakan
e. Penelitian perkembangan 13
f. Penelitian eksperimen
6. Metode Penelitian Kuantitatif Metode yang dipergunakan dalam
penelitian kuantitatif, khusunya kuantitatif analitik adalah metode dedutif.
Dalam metoda ini teori ilmiah yang telah diterima kebenarannya dijadikan acuan
dalam mencari kebenaran selanjutnya. Jujun S. Suriasumantri dalam bukunya Ilmu
dalam Perspektif Moral, Sosial, dan Politik (2000: 6) menyatakan bahwa pada
dasarnya metoda ilmiah merupakan cara ilmu memperoleh dan menyusun tubuh
pengetahuannya berdasarkan :
a) kerangka pemikiran yang bersifat logis dengan argumentasi
yang bersifat konsisten dengan pengetahuan sebelumnya yang telah berhasil
disusun;
b) menjabarkan hipotesis yang merupakan deduksi dari kerangka
pemikiran tersebut; dan
c) melakukan verifikasi terhadap hipotesis termaksud untuk
menguji kebenaran pernyataannya secara faktual. Selanjutnya Jujun menyatakan
bahwa kerangka berpikir ilmiah yang berintikan proses
logico-hypothetico-verifikatif ini pada dasarnya terdiri dari langkah-langkah
sebagai berikut (Suriasumantri, 2005 : 127-128).
a) Perumusan masalah, yang merupakan pertanyaan mengenai objek
empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktorfaktor
yang terkait di dalamnya.
b) Penyusunan kerangka berpikir dalam penyusunan hipotesis
yang merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat
antara berbagai faktor yang saling mengait dan membentuk konstelasi
permasalahan. Kerangka berpikir ini disusun secara rasional berdasarkan
premis-premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya dengan memperhatikan
faktor-faktor empiris yang relevan dengan permasalahan.
c) Perumusan hipotesis yang merupakan jawaban sementara
atau dugaan terhadap pertanyaan yang diajukan yang materinya merupakan
kesimpulan dari dari kerangka berpikir yang dikembangkan.
d) Pengujian hipotesis yang merupakan pengumpulan fakta-fakta
yang relevan dengan hipotesis, yang diajukan untuk memperlihatkan apakah
terdapat fakta-fakta yang mendukung hipoteisis tersebut atau tidak. 14
e) Penarikan kesimpulan yang merupakan penilaian apakah
hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima.
B. Penelitian Kualitatif
1. Definisi Penelitian Kualitatif Moleong setelah melakukan
analisis terhadap beberapa definisi penelitian kualitatif kemudian membuat
definisi sendiri sebagai sisntesis dari pokok-pokok pengertian penelitian
kualitatif. Menurut Moleong (2005: 6) penelitian kualitatif adalah penelitian
yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek
penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi , tindakan, dll. secara
holistic, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada
suatu konteks khusus yang alamiah dahn dengan memanfaatkan berbagai metode
alamiah.
2. Asumsi Penelitian Kualitatif Anggapan yang mendasari
penelitian kualitatif adalah bahwa kenyataan sebagai suatu yang berdimensi
jamak, kesatuan, dan berubah-ubah (Nana Sudjana dan Ibrahim, 2001 : 7). Oleh
karena itu tidak mungkin dapat disusun rancangan penelitian yang terinci dan
fixed sebelumnya. Rancangan penelitian berkembangan selama proses penelitian.
3. Karakteristik Penelitian Kualitaif Penelitian kualitatif
disebut juga penelitian naturalistik, metode fenomenologis, metode
impresionistik, dan metode post positivistic. Adapun karakteristik penelitian
jenis ini adalah sebagai berikut (Sujana dan Ibrahim, 2001 : 6-7; Suharsimi
Arikunto, 2002: 11-12; Moleong, 2005: 8-11; Johnson, 2005, dan Kasiram, 2008:
154-155).
a. Menggunakan pola berpikir induktif (empiris – rasional atau
bottomup). Metode kualitatif sering digunakan untuk menghasilkan grounded
theory, yaitu teori yang timbul dari data bukan dari hipotesis seperti dalam
metode kuantitatif. Atas dasar itu penelitian bersifat generating theory,
sehingga teori yang dihasilkan berupa teori substansif.
b. Perspektif emic/partisipan sangat iutamakan dan dihargai
tinggi. Minat peneliti banyak tercurah pada bagaimana persepsi dan makna
menurut sudut pandang partisipan yang diteliti, sehingga bias menemukan apa
yang disebut sebagai fakta fenomenologis.
c. Penelitian kualitatif tidak menggunakan rancangan penelitian
yang baku. Rancangan pene-litian berkembang selama proses penelitian.
d. Tujuan penelitian kualitatif adalah untuk memahami, mencari
makna di balik data, untuk menemukan kebenaran, baik kebenaran empiris sensual,
empiris logis, dan empiris logis.
e. Subjek yang diteliti, data yang dikumpulkan, sumber
data yang dibutuhkan, dan alat pengumpul data bisa berubah-ubah sesuai dengan
kebutuhan.
f. Pengumpulan data dilakukan atas dasar prinsip fenomenologis,
yaitu dengan memahami secara mendalam gejala atau fenomena yang dihadapi. 16
g. Peneliti berfungsi pula sebagai alat pengumpul data sehingga
keberadaanya tidak terpisahkan dengan apa yang diteliti.
h. Analisis data dapat dilakukan selama penelitian sedang dan
telah berlangsung.
i. Hasil penelitian berupa deskripsi dan interpretasi dalam
konteks waktu serta situasi tertentu.
4. Prosedur Penelitian Kualitatif Prosedur pelaksanaan
penelitian kualitatif bersifat fleksibel sesuai dengan kebutuhan, serta situasi
dan kondisi di lapangan. Secara garis besar tahapan penelitian kualitatif
adalah sebagai berikut (Sudarwan Danim dan Darwis, 2003 : 80)
a. Merumuskan masalah sebagai fokus penelitian.
b. Mengumpulkan data di lapangan.
c. Menganalisis data.
d. Merumuskan hasil studi.
e. Menyusun rekomendasi untuk pembuatan keputusan.
5. Tipe-tipe Kualitatif Penelitian dengan pendekatan kualitatif
dapat dibedakan menjadi lima tipe utama, yaiu : phenomenology, ethnography,
case study research, grounded theory, dan historical research (Johnson, 2005 :
8)
a. Phenomenology : a form of qualitative research in which the
researcher attempts to understand how one or more individuals experience a
phenemenon.
b. Ethnography : is the form of qualitative research that focuses
on describing the culture of a group of people.
c. Case study research : is a form of qualitative research that
focused on providing a detailed account of one or more cases.
d. Grounded theory : is a qualitative approach to generating and
developing a theory form data that the researcher collects.
e. Historical research : research about events that occurred in
the past.
Daftar pustaka :
Sudjana, Nana dan
Ibrahim. (2001) Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung : Sinar Baru
Algensindo.
Kasiram, M. 2008.Metodologi Penelitian Kualitatif Dan
Kuantitatif.Malang:UIN-Malang Press.
Sudarwan Danim dan
Darwis (2003) Metode Penelitian Kebidanan : Prosedur, Kebijakan, dan Etik.
Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Sumadi Suryabrata
(2000) Metodologi Penelitian. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Moleong, J. Lexi.
(2002) Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Karya.
Johnson, R. Burke.
(2005) “Educatioal Research : Quantitative and Qualitative” Internet :
www.south.edu/coe/bset/johnson .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar