2. Jelaskan asas-asas
pengetahuan lingkungan !
Asas – Asas Pengetahuan
Lingkungan
Suatu ilmu yang sudah berkembang dan
mengeluarkan banyak hasil, model, dan teori yang semakin meningkat jumlahnya
seperti ilmu lingkungan ini harus disadari oleh asas yang kokoh dan kuat. Asas
dasar ilmu lingkungan adalah hasil kerja sistem deduksi dan induksi, oleh
karena itu penyajiannya harus memungkinkan sesorang bertindak secara demikian
pula. Dengan kata lain asas dasar yang dikemukakan disini adalah hasil deduksi
atas asas dasar sebelumnya, yang selanjutnya dapat digunakan untuk mengolah
data secara induksi.
Asas
yang dikemukakan telah diberikan nomor untuk memudahkan mengingat kembali atau
mneguhubungkannya dengan asas dasar lain. Implikasi asas dasar sesuai dengan gejala
yang menyangkut diri manusia didalam zaman ilmu dan teknologi tetapi sering
dilupakan. Berikut adalah beberapa asas dalam ilmu lingkungan :
· ASAS
1
Menyatakan bahwa semua energi yang
memasuki sebuah organisme, populasi, atau ekosistem yang dianggap sebagai
energi tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat diubah dari satu bentuk ke
bentuk lain, serta tidak dapat hilang, dihancurkan, maupun
diciptakan. Asas ini adalah sebenarnya serupa dengan hokum Thermodinamika
I, yang sangat fundamental dalam fisika. Asas ini dikenal sebagai hukum
konservasi energi dalam persamaan matematika.
Contoh
banyaknya kalori, energi yang terbuang dalam bentuk makanan diubah oleh jasad
hidup menjadi energi untuk tumbuh, berbiak, menjalankan proses metabolisme, dan
yang
terbuang
sebagai panas.
· ASAS
2
Menyatakan bahwa tidak ada sistem
perubahan energi sangat efisien. Misalnya pada Hukum Termodinamika II yaitu
“Semua sistem biologi kurang efisien, kecenderungan umum, energi berdegradasi
ke dalam bentuk panas yang tidak balik dan beradiasi menuju angkasa.”
· ASAS
3
Menyatakan bahwa materi, energi, ruang,
waktu dan keanekaragaman, semuanya termasuk pada sumber alam. Asas ini
merupakan Pengubahan energi oleh system biologi harus Berlangsung pada
kecepatan yang sebanding dengan adanya materi dan energi dilingkungannya.
Pengaruh ruang secara asas adalah beranalogi dengan materi dan energi sebagai
sumber alam.
Contohnya
ruang yang sempit: dpt mengganggu proses pembiakan organisme dengan kepadatan
tinggi. Ruang yang terlalu luas, jarak antar individu dalam populasi semakin
jauh, kesempatan bertemu antara jantan dan betina semakin kecil sehingga
pembiakan akan terganggu. Jauh dekatnya jarak sumber makanan akan berpengaruh
terhadap perkembangan populasi.
Waktu
sebagai sumber alam tidak merupakan besaran yang berdiri sendiri. Misal hewan
mamalia dipadang pasir, pada musim kering tiba persediaan air habis di
lingkungannya, maka harus berpindah kelokasi yang ada sumber airnya. Berhasil
atau tidaknya hewan bermigrasi tergantung pada adanya cukup waktu dan energi
untuk menempuh jarak lokasi
sumber
air.
Asas
3 ini mempunyai implikasi yang penting bagi kehidupan manusia untuk mencapai
kesejahteraannya
· ASAS
4
Menyatakan bahwa semua kategori sumber
alam, jika pengadaannya telah maksimal, pengaruh unit kenaikannya sering
menurun dengan penambahan sumber alam sampai ke tingkat maksimum.
Asas
4 tersebut terkandung arti bahwa pengadaan sumberalam mempunyai batas optimum,
yang berarti pula batas maksimum, maupun batas minimum pengadaan sumberalam
akan mengurangi daya kegiatan sistem biologi.
· ASAS
5
Menyatakan bahwa terdapat dua jenis
sumber alam, yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan,
dan tidak mempunyai daya rangsang penggunaan.
· ASAS
6
Menyatakan bahwa Individu dan spesies
yang mempunyai lebih banyak keturunan daripada saingannya, cenderung akan
berhasil mengalahkan saingannya tersebut.
Asas
ini adalah pernyataan teori Darwin dan Wallace. Pada jasad hidup terdapat perbedaan
sifat keturunan Dalam hal tingkat adaptasi terhadap faktor lingkungan fisik
atau biologi. Kemudian timbul kenaikan kepadatan populasinya sehingga timbul
persaingan. Jasad hidup yang kurang mampu beradaptasi akan kalah dalam
persaingan. Dapat diartikan pula bahwa
jasad
hidup yang adaptif akan mampu menghasilkan banyak keturunan daripada yang
non-adaptif.
· ASAS
7
Menyatakan bahwa kemantapan pada
keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam lingkungan yang mudah
diramal.
· ASAS
8
Menyatakan bahwa sebuah habitat dapat
jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson. Hal tersebut bergantung kepada
bagaimana nicia dalam lingkungan hidup dapat memisahkan takson.
Pengertiannya
adalah kelompok taksonomi tertentu dari suatu jasad hidup ditandai oleh keadaan
lingkungannya yang khas (niche), tiap spesies mempunyai niche tertentu. Spesies
dapat hidup berdampingan dengan spesies lain tanpa persaiangan, karena
masing-masing mempunyai keperluan dan fungsi yang berbeda di alam.
· ASAS
9
Menyatakan bahwa keanekaragaman
komunitas apa saja sebanding dengan biomasa dibagi produktivitasnya. Terdapat
hubungan antara biomasa, aliran energi, dan keanekaragaman dalam suatu sistem
biologi.
· ASAS
10
Menyatakan bahwa lingkungan yang stabil
perbandingan antara biomasa dengan produktivitas dalam perjalanan waktu naik
mencapai sebuah asimtot. Sistem biologi menjalani evoluasi yang mengarah pada
peningkatan efisiensi penggunaan energi pada lingkungan fisik yang stabil.
· ASAS
11
Menyatakan bahwa sistem yang telah
mantap mengeksploitasi sistem yang belum mantap. Arti dari asas ini adalah
pada ekosistem, populasi yang sudah dewasa memindahkan energi, biomassa, dan
keanekaragaman tingkat organisasi ke arah yang belum dewasa. Dengan kata lain,
energi, materi dan keanekaragaman mengalir melalui suatu kisaran yang
menuju
ke arah organisasi yang lebih kompleks, atau dari subsistem yang lebih rendah
keanekaragamannya ke subsistem yang lebih tinggi
keanekaragamannya. Contohnya seperti pada hama tikus, serangga dari hutan
rawa menyerang tanaman pertanian dilahan transmigran.
· ASAS
12
Menyatakan bahwa kesempurnaan adaptasi
suatu sifat atau tabiat tergantung kepada kepentingan relatifnya pada keadaan
lingkungan. Pengertian dari asas ini adalah populasi dalam ekosistem yang
belum mantap, kurang bereaksi terhadap perubahanlingkungan fisikokimia
dibandingkan dengan populasi dalam ekosistem yang sudah mantap. Populasi dalam
lingkungan dengan kemantapan fisiko kimia yang cukup lama, tak perlu berevolusi
untuk meningkatkan kemampuannya beradaptasi dengan keadaan yang tidak stabil.
· ASAS
13
Menyatakan bahwa ingkungan yang secara
fisik telah mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi
pada ekosistem yang mantap, serta kemudian dapat menggalakkan kemantapan
populasi lebih jauh.
Asas
ini merupakan penjabaran dari asas 7, 9 dan 12. Pada komunitas yang mantap,
jumlah jalur energi yang masuk melalui ekosistem meningkat, sehingga apabila
terjadi suatu goncangan pada salah satu jalur, maka jalur yang lain akan
mengambil alih, dengan demikian komunitas masih tetap terjaga kemantapannya.
· ASAS
14
Menyatakan bahwa derajat pola
keteraturan naik-turunnya populasi tergantung kepada jumlah keturunan dalam
sejarah populasi sebelumnya yang akan mempengaruhi populasi tersebut. Asas
ini merupakan kebalikan dari asas ke 13, tidak adanya keanekaragaman yang
tinggi pada rantai makanan dalam ekosistem yang belum mantap, menimbulkan
derajat ketidakstabilan populasi yang tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar